<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Sukma Merati &#187; Environment</title>
	<atom:link href="http://www.sukmamerati.com/category/environment/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sukmamerati.com</link>
	<description>Personal website of Dr. Sukma Merati, Anatomical Pathologist</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 09:51:52 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tingkat Kesehatan Masyarakat di Indonesia mundur. Penyakit filariasis atau kaki gajah yang sedang marak di Majalengka salah satu buktinya.</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/tingkat-kesehatan-masyarakat-di-indonesia-mundur-penyakit-filariasis-atau-kaki-gajah-yang-sedang-marak-di-majalengka-salah-satu-buktinya</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/tingkat-kesehatan-masyarakat-di-indonesia-mundur-penyakit-filariasis-atau-kaki-gajah-yang-sedang-marak-di-majalengka-salah-satu-buktinya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 16:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Popular Health]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/tingkat-kesehatan-masyarakat-di-indonesia-mundur-penyakit-filariasis-atau-kaki-gajah-yang-sedang-marak-di-majalengka-salah-satu-buktinya</guid>
		<description><![CDATA[Negara kita tercinta Indonesia belakangan ini ditimpa berbagai bencana alam yang dahsyat. Bukan hanya alam yang bergejolak, penyakitpun merebak, ibarat kembali kezaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai penyakit yang sudah lama menghilang atau penyakit yang seumur hidup  belum pernah saya lihat, muncul kembali atau muncul untuk pertama kalinya,  menimpa warga masyarakat terutama di pedesaan.
Kondisi kesehatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" title="FILARIASIS" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/11/bunga-_kupu.jpg"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/11/bunga-_kupu.thumbnail.jpg" alt="FILARIASIS" /></a>Negara kita tercinta Indonesia belakangan ini ditimpa berbagai bencana alam yang dahsyat. Bukan hanya alam yang bergejolak, penyakitpun merebak, ibarat kembali kezaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai penyakit yang sudah lama menghilang atau penyakit yang seumur hidup  belum pernah saya lihat, muncul kembali atau muncul untuk pertama kalinya,  menimpa warga masyarakat terutama di pedesaan.</p>
<p>Kondisi kesehatan masyarakat Indonesia menurun drastis, sudah hampir menyamai tingkat kesehatan di Bangladesh dan negara-negara Afrika ekuator semacam Uganda, Sudan, Somalia, Kongo, dst. Dimana masalah kesehatan masih berkutat dibidang infeksi oleh kuman, virus dan paling menyedihkan disebabkan berbagai parasit  antara lain penyakit kaki gajah yang disebabkan cacing filaria. Ini jelas masalah kebersihan diri orang per-orang dan kebersihan lingkungan disekitar kita.</p>
<p>Hati saya miris, memikirkan segala macam cobaan dari Sang Maha Pencipta. Namun meski demikian banyak dan beratnya cobaan, polah-tingkah kita masih belum juga menunjukkan keprihatinan, bertobat serta ber-empati kepada tetangga yang sedang dirundung malang.  Meski sudah menonton film yang menimbulkan pro-kontra dan spektakuler mengenai kiamat 2012, kita belum juga kapok dan tobat akan segala dosa yang telah kita lakukan selama ini.</p>
<p>Peduli terhadap lingkungan akan secara tidak langsung juga bermanfaat bagi kesehatan kita semua. Bila terdapat genangan air disekitar rumah kita, segeralah dicarikan jalan keluar dengan menimbun tanah atau mengalirkan air tergenang itu. Diperlukan sedikit tenaga untuk hal itu, namun dampaknya akan sangat besar terhadap kesehatan kita.</p>
<p>Bila kondisi tanah kering , tidak ada lagi tempat bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak disekitar pemukiman. Segala macam nyamuk baik nyamuk malaria, aedes Egypti penyebab demam berdarah Dengue ataupun nyamuk lain yang membawa virus Chikungunya, semuanya tidak akan berkembang-biak diareal pemukiman kita.</p>
<p>Kebersihan sangat penting sebagai modal untuk memperoleh kesehatan.  Bila sampah berserakan dan kita biarkan begitu saja tanpa usaha membersihkan menyapu dan membakar sampah tersebut, maka jangan menyesal bila tikuspun senang berada dekat sampah. Sehingga manusia dan tikus hidup berdampingan dan pada malam hari tikus keluar mencari makan dan bisa menggigit bagian tubuh kita serta dapat pula binatang tikus BAB dan BAK diatas permukaan tubuh manusia.</p>
<p>Terjadilah penyakit Weil dengan ciri badan panas dan bola  mata agak kuning seperti penyakit kuning atau hepatitis. Belum lagi kemungkinan penyakit yang menyebabkan kelenjar getah bening membengkak diseluruh tubuh akibat gigitan tikus yang disebut &#8216;pest bubo&#8217;&#8230;</p>
<p>Duh, begitu banyak penyakit yang bisa timbul karena kita kurang memperhatikan kebersihan dan sanitasi lingkungan. Jamban terbuka menularkan diare yang bisa mewabah semacam epidemi kholera dan dysentri. Jangan kita terlalu me mentingkan penampilan diri dan mengabaikan kebersihan dan kebutuhan dasar rumah tangga.</p>
<p>Air bersih , jamban tertutup, selokan yang lancar mengalir airnya serta cuci tangan dengan sabun setiap kali sesudah memegang barang kotor seperti sampah, debu, dll dan juga setiap kali akan makan. Ritual cuci tangan bukan sekedar untuk dipertontonkan dan dipotret untuk kepentingan media massa. Jauh lebih penting jika mencuci tangan dengan sabun dijadikan kebiasaan semenjak anak berusia 3 tahun.</p>
<p>&#8216;Kebersihan pangkal kesehatan&#8217;  tetaplah menjadi motto dibidang kesehatan yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Marilah kita bertindak segera dan berupaya semaksimal mungkin , untuk memperoleh lingkungan hidup yang bersih dan sehat bagi keluarga kita masing-masing. Jangan pernah meremehkan pekerjaan menyapu atau kerja bakti setiap hari Jum&#8217;at untuk membersihkan lingkungan tempat kita berada dan tempat kita beraktivitas sehari-hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/tingkat-kesehatan-masyarakat-di-indonesia-mundur-penyakit-filariasis-atau-kaki-gajah-yang-sedang-marak-di-majalengka-salah-satu-buktinya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bumi semakin panas. Bila perlakuan tidak ramah lingkungan, bersiaplah sirnanya seluruh makhluk. Suhu bumi bisa menyamai planet Venus</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/bumi-semakin-panas-bila-perlakuan-terhadap-alam-masih-tetap-bersiaplah-untuk-hangusnya-seluruh-peradaban-manusia-hewan-dan-tumbuhan-suhu-bumi-bisa-mencapai-429-derajat-fahrenheit-sesuai-suhu-planet</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/bumi-semakin-panas-bila-perlakuan-terhadap-alam-masih-tetap-bersiaplah-untuk-hangusnya-seluruh-peradaban-manusia-hewan-dan-tumbuhan-suhu-bumi-bisa-mencapai-429-derajat-fahrenheit-sesuai-suhu-planet#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 09:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/bumi-semakin-panas-bila-perlakuan-terhadap-alam-masih-tetap-bersiaplah-untuk-hangusnya-seluruh-peradaban-manusia-hewan-dan-tumbuhan-suhu-bumi-bisa-mencapai-429-derajat-fahrenheit-sesuai-suhu-planet</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin pagi, memperhatikan tayangan di televisi kabel, sungguh membuat saya merinding ketakutan. Stasiun TV tersebut menayangkan gambar-gambar dan narasi dari para pakar dibidang ekologi dan ekosistem dari seluruh dunia.
Bagaimana bumi tempat ummat manusia hidup nanti suhunya bisa seperti  planet Venus yang mencapai 429 derajat Fahrenheit. Pada suhu setinggi itu, tidak satupun makhluk yang bisa bertahan hidup. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/07/water-lilies.jpg" title="water lilies"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/07/water-lilies.thumbnail.jpg" alt="water lilies" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/07/digi0165.jpg" title="Bunga"></a>Kemarin pagi, memperhatikan tayangan di televisi kabel, sungguh membuat saya merinding ketakutan. Stasiun TV tersebut menayangkan gambar-gambar dan narasi dari para pakar dibidang ekologi dan ekosistem dari seluruh dunia.</p>
<p>Bagaimana bumi tempat ummat manusia hidup nanti suhunya bisa seperti  planet Venus yang mencapai 429 derajat Fahrenheit. Pada suhu setinggi itu, tidak satupun makhluk yang bisa bertahan hidup. Semua akan habis terbakar hangus dan ludes menjadi abu. Meninggalkan planet bumi yang gersang, gundul  dan maha panas serta sunyi-senyap.</p>
<p>Pemanasan global bukan masalah sepele yang dapat diselesaikan dengan mudah. Pemanasan suhu global kondisinya semakin panas dan panas saja dari hari ke hari. Kebakaran hutan dan lahan, kebakaran lahan gambut serta pembukaan lahan perkebunan sawit terjadi setiap hari disekeliling kita. Udarapun jadi tercemar, jarak pandang menjadi terbatas dan sering mengakibatkan delay penerbangan dari bandara Sutan Syarif Kasim II.  Kalau di Eropa London biasanya  disebut the Foggy City, maka kini Pekanbarupun mendapat julukan sama : &#8216;foggy city&#8217;, karena udaranya hampir setiap pagi selalu berkabut, menghalangi pandangan mata. Selain berkabut, udara yang kita hirup terasa menyesakkan, kurang oksigen.</p>
<p>Pertanyaannya, kapan karhutla (baca kebakaran hutan dan lahan) bisa dihentikan ? Karhutla memberikan andil cukup besar dalam pemanasan global ini, sudah sangat kita rasakan panasnya udara disiang hari. Kita seolah berada dalam rebusan air yang sedang mendidih. Tidak bisa mengelak, tak ada lagi tempat yang lebih dingin.</p>
<p>Disekitar tempat saya bermukim pada saat ini telah terjadi kekeringan air tanah dan air sungai. Dampaknya adalah semakin cekaknya energi listrik dengan akibat pemadaman listrik yang semakin menjadi-jadi. Kemarin dalam satu hari terjadi tiga kali pemadaman listrik PLN dengan durasi masing-masing tiga jam. Jangankan listrik masuk desa, bahkan kotapun telah kekurangan listrik dan sudah sampai ke tingkatan kritis..</p>
<p>Ditambah lagi aliran air PDAM juga terputus sejak sepuluh hari ini. Maka lengkaplah sudah penderitaan kita semua. Sumber-sumber alam semakin sulit dapat disediakan. Air sungai yang dulu sedemikian deras mengalir bening, saat ini permukaannya jauh dibawah normal dan warnanya butek. Maka mesin pembangkit listrik tenaga airpun jadi mogok, karena debit air sangatlah kecil. Manusia sudah sangat tergantung kepada tenaga listrik yang memberi segala kemudahan hidup seperti : AC, kulkas, TV, dst. Inikah yang kita cari, kerusakan alam yang berdampak sangat mengaggu kehidupan kita menjadi sangat jauh dari nyaman. Panas dimana-mana, didalam ruangan dan diluar ruangan sama saja. Angin seolah-olah berhenti berhembus.</p>
<p>Pepohonan daunnya tidak bergoyang dan pohon kelapa tidak melambai-lambai lagi  seperti penggalan bait lagu &#8216;Tanah airku Indonesia&#8217;. Sejatinya setiap pohon dapat menampung 450 ribu galon air. Tatkala hutan sudah habis dibabat, dengan maraknya illegal logging maka tidak ada lagi pohon yang menyimpan air dimusim hujan dan melepaskan air ketanah pada musim kemarau. Pepohonan juga yang menyerap gas CO2 diudara dan menghasilkan O2 atau oksigen yang sangat kita perlukan untuk hidup.</p>
<p>Pohon melakukan itu semua tanpa perlu beaya alias nol apalagi beaya tinggi seperti tatkala kita menurunkan emisi gas buang atau mengurangi pencemaran CO2 yang keluar lewat knalpot mobil dan motor dan memproduksi oksigen untuk hidup sehat. Gersang, panas dan tandus adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi alam kita saat ini. Seperti kata Armand Maulana vokalis Gigi dalam lagunya : panas, panas, pusing, pusing manusia jadinya&#8230;.</p>
<p>Kata pakar antariksa dan astronot, dari angkasa luar planet bumi tidak lagi gelap-gulita dikala malam tiba seperti terlihat satu dekade yang lalu.  Pada saat ini bumi memperlihatkan bagian yang sangat terang dimalam hari, persis seperti planet Venus. Akankah nasib planet bumi persis sama dengan planet Venus yang tidak berpenghuni itu ? Ngeri membayangkan apa yang akan terjadi pada bumi kita tercinta ini. Tapi adakah kita konsekuen, artinya satunya kata dengan perbuatan kita? Kita bilang mencintai bumi, tapi perbuatan kita? Kita semua munafik, katanya menyayangi alam semesta, namun perbuatan kita mencemari alam lingkungan hidup yang begitu bersih pada awalnya.</p>
<p>Sungai mengalirkan air yang jernih bak kristal dilembah gunung yang menghijau. Pohon nyiur melambai-lambai seolah menyapa siapa saja yang melihatnya. Langit biru cerah diselingi awan putih yang berarak ria. Burung berkicau dipucuk dan ranting pepohonan. Semua panorama itu saya saksikan saat saya masih kecil, tatkala berkunjung ke rumah nenek didesa. Sawah menghampar dengan bulir padi yang menguning, diselingi sekali-sekali  teriakan petani yang mengusir burung yang hinggap memakan padi. Alangkah indahnya bumi tanah airku dengan suasana yang &#8216;tranquil&#8217; seperti itu&#8230;</p>
<p>Menitik air mata saya tatkala menuliskan kata-kata diatas. Saya kangen sekali, saya sangat merindukan suasana batin dan lingkungan hidup saya semasa kanak-kanak&#8230; Duh, kemana semua yang saya cintai dan sayangi ? Selain ayah dan bunda saya yang sudah tiada, kemana bebek yang biasa berenang disawah saat padi sudah dipanen, kemana kupu-kupu, capung dan  belalang hijau yang biasa hinggap ditanaman perdu halaman saya ? Kenapa jadi sirna meninggalkan alam kering tandus dan gersang ini ? Kemana mereka pergi ? Kenapa mereka pergi semua, meninggalkan alam yang sudah tidak mau diajak berdamai ini?. Akankah kita sadar apa yang telah kita perbuat terhadap alam semesta ini? Semoga&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/bumi-semakin-panas-bila-perlakuan-terhadap-alam-masih-tetap-bersiaplah-untuk-hangusnya-seluruh-peradaban-manusia-hewan-dan-tumbuhan-suhu-bumi-bisa-mencapai-429-derajat-fahrenheit-sesuai-suhu-planet/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stunning and Alarming, within one week men fighting wild animals in Sumatera</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/stunning-and-alarming-within-one-week-men-fighting-wild-animals-in-sumatera</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/stunning-and-alarming-within-one-week-men-fighting-wild-animals-in-sumatera#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 10:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/stunning-and-alarming-within-one-week-men-fighting-wild-animals-in-sumatera</guid>
		<description><![CDATA[You probably won&#8217;t believe that these days, not a long time ago news in the media wrote about the killing of 3 (three)Â tigris Sumateraensis which were wild animals to be protected due to lack of this species left in the whole world. There might be only 400 tigers left in Sumatera, other part of Indonesia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/03/rotation-of-resize-of-dscn7542.JPG" title="PINK"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/03/rotation-of-resize-of-dscn7542.thumbnail.JPG" alt="PINK" /></a>You probably won&#8217;t believe that these days, not a long time ago news in the media wrote about the killing of 3 (three)Â tigris Sumateraensis which were wild animals to be protected due to lack of this species left in the whole world. There might be only 400 tigers left in Sumatera, other part of Indonesia and other zoos in the countries outside Indonesia. The price of the beautiful skin of this wild animal wasÂ soaring up to the sky.Â </p>
<p>They said in the newspaper that those animals were killed by trapping them in the border of the people&#8217;s village, near the plantation of sawit or crude palm oil trees. Further the news said that this wild animal sometimes stealing fishes from the net of the village&#8217;s fishermen in the bank of the rivers in Sumatera island. So that peoples of the village got very angry and committed to catch the naughty animalsÂ alive or dead.</p>
<p>But, unfortunately the body of these animals killed were found without their skin. They just left the animals&#8217; bodies without their skin in the jungle nearby the people&#8217;s village. Oh, poor animals with their tragic death. There&#8217;s no friendly relationship among people and those animals protected by law. It&#8217;s a pity that the Indonesian government did not take any actionÂ to this violance against animals protected. Because I&#8217;ve never heard that somebody was brought to justice for this kind of crime&#8230;</p>
<p>Another tragic story about one man killed by a group of elephants trespassing people&#8217;s village. Those huge animals were cracked his body, leaving only pieces of his broken bones with cracked skull, so thatÂ no one couldÂ identify parts of his body anatomically. The elphants seem were very angry to the man, perhaps due to over manipulated territory of this wild animals for sawit plantation.Â  The elephant&#8217;s habitate were so badly exploited, that no more food for the animals to find for their lives..Â  Another sad story from Sumatera island..</p>
<p>Let&#8217;s think this way. If we were greed and not friendly to the environment, then wait for the end of this world. As we could see, there lots of Â disasters everywhere in every places due to the greed of mankind to over exploited the environment. And we&#8217;re now getting closer and closer to the end of this world.. So, be wise and friendlyÂ to environment&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/stunning-and-alarming-within-one-week-men-fighting-wild-animals-in-sumatera/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buaya, reptil besar yang bisa menelan orang dan ternak berkeliaran di sungai Siak</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/buaya-reptil-besar-yang-bisa-menelan-orang-dan-ternak-berkeliaran-di-sungai-siak</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/buaya-reptil-besar-yang-bisa-menelan-orang-dan-ternak-berkeliaran-di-sungai-siak#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 05:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/buaya-reptil-besar-yang-bisa-menelan-orang-dan-ternak-berkeliaran-di-sungai-siak</guid>
		<description><![CDATA[Semalam saya menonton film disalah satu saluran TV. Karena nontonnya tidak dari awal, maka saya tidak tahu judul film tersebut. Anyway, ceritanya tentang seekor buaya sangat besar, panjang 30 kaki artinya hampir tujuh meter. Wow, ukuran yang fantastik dan diperkirakan berusia 150 tahun.
Kejadiannya didaerah Maine, Minnesota di Amrik sana. Habitatnya berupa sungai atau danau, dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/11/atumn-leaves-015.JPG" title="Autumn Leaves"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/11/atumn-leaves-015.thumbnail.JPG" alt="Autumn Leaves" /></a>Semalam saya menonton film disalah satu saluran TV. Karena nontonnya tidak dari awal, maka saya tidak tahu judul film tersebut. Anyway, ceritanya tentang seekor buaya sangat besar, panjang 30 kaki artinya hampir tujuh meter. Wow, ukuran yang fantastik dan diperkirakan berusia 150 tahun.</p>
<p>Kejadiannya didaerah Maine, Minnesota di Amrik sana. Habitatnya berupa sungai atau danau, dimana ditepi kiri dan kanannya ditumbuhi pepohonan rindang menghijau, seperti pemandangan disungai Amazon di Amerika Selatan.</p>
<p>Disatu sisi sungai itu hidup seorang wanita tua sendirian dalam satu rumah sederhana dengan beberapa ternak dan pertanian sayur-mayur. Si ibu ini suaminya konon dahulu meninggal karena dilahap buaya sungai yang berukuran besar itu. Tetapi anehnya, pada ending cerita terlihat ibu ini sedang memberi makan anak-anak buaya yang masih sebesar tokek dengan daging cincang yang disiapkan khusus untuk mereka.</p>
<p>Anak-anak buaya tersebut berada didalam sungai, dipermukaan air kelihatan senang bermain dengan si ibu, sambil sesekali menggigit kaki ibu yang terjuntai kedalam air sungai. Satu pemandangan yang aneh, sekaligus menakutkan bagi saya. Meskipun kecil, mereka kan binatang atau reptil buas yang masih mempunyai naluri untuk melahap manusia maupun binatang mangsanya..</p>
<p>Singkat cerita, buaya besar yang telah memangsa manusia dan hewan ternak akhirnya ditangkap dengan menggunakan helikopter yang membawa anak sapi hidup yang digantungkan dengan tali kebagian bawah chopper itu sebagai umpan.</p>
<p>Buaya dihalau kedarat, dan didarat telah siap regu tembak dari polisi hutan dan sheriff yang menggunakan peluru bius, untuk melumpuhkan reptil raksasa sepanjang hampirÂ tujuh Â meter itu. Buaya mengamuk, menyerang siapa dan apa saja, termasuk chopper yang terbang sangat rendah. Sehingga heli terjatuh dan hancur mengenai buaya yang hampir terbius oleh peluru bius. Tampak buaya seperti terperangkap didalam badan helikopter yang berangka metal itu. Hanya kedua matanya yang berkedip lambat.</p>
<p>Sungguh satuÂ suguhan yang memikat, disaat ada perbedaan pendapat antara penyayang binatang seorang professor mitologiÂ dan polisi hutan yang melakukan tugasnya dengan disiplin. Konflik antara penyayang binatang yang sangat percaya pada mitos dan polisi hutan yang berbulat tekad bahwa buaya harus dibunuh karena telah memakan banyak korban.</p>
<p>Serupa, tapi tidak sama persis. Beberapa hari yang lalu, seorang nelayan berusia 23 tahun telah dimangsa oleh seekor buaya besar dengan panjang 7 meter di sungai Siak. Itu berita yang saya baca di media cetak. Tubuh nelayan itu dari pinggang keatas tidak ditemukan lagi. Keluarga dan masyarakat sekitar hanya menemukan bagian pinggang kebawah yang mengapungÂ di air sungai, dengan Â satu kaki hanya tinggal sampai bagian lutut, selebihnya tidak ditemukan.. Sadis bener buaya raksasa di sungai Siak..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/buaya-reptil-besar-yang-bisa-menelan-orang-dan-ternak-berkeliaran-di-sungai-siak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Global Warming, visi Al Gore sangat berdasar dan mengetuk hati untuk menyelamatkan lingkungan</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/global-warming-visi-al-gore-sangat-berdasar-dan-mengetuk-hati-kita-semua-untuk-menyelamatkan-lingkungan</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/global-warming-visi-al-gore-sangat-berdasar-dan-mengetuk-hati-kita-semua-untuk-menyelamatkan-lingkungan#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 04:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/global-warming-visi-al-gore-sangat-berdasar-dan-mengetuk-hati-kita-semua-untuk-menyelamatkan-lingkungan</guid>
		<description><![CDATA[Saya sangat terkesan dan merasa sangat prihatin, setelah mendengar dan melihat paparan yang begitu lugas dan tuntas mengenai kondisi ekologi planet bumi olehÂ mantan wapres Amerika Serikat Al Gore dalam program televisiÂ Discovery Channel.
Betapa tidak, semua data dan grafik yang dibuat oleh para akhli lingkungan, termasuk professornya ditampilkan beserta gambar-gambar bumi yang diambil dari pesawat antariksa begitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-dscn0555.JPG" title="BATAM"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-dscn0555.thumbnail.JPG" alt="BATAM" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-dscn0566.JPG" title="BALERANG"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-dscn0566.thumbnail.JPG" alt="BALERANG" /></a>Saya sangat terkesan dan merasa sangat prihatin, setelah mendengar dan melihat paparan yang begitu lugas dan tuntas mengenai kondisi ekologi planet bumi olehÂ mantan wapres Amerika Serikat Al Gore dalam program televisiÂ Discovery Channel.</p>
<p>Betapa tidak, semua data dan grafik yang dibuat oleh para akhli lingkungan, termasuk professornya ditampilkan beserta gambar-gambar bumi yang diambil dari pesawat antariksa begitu dahsyat, mencengangkan sekaligus mengerikan.</p>
<p>Lapisan gletser yang telah sangat menipis diserta retaknya bongkahan es di kutub utara dan kutub selatan <strong>sangat mengkhawatirkan</strong>, <strong>bila tidak segera dilakukan resusitasi</strong>, istilah kedokteran yang digunakan untuk mencoba melakukan pertolongan disaat kondisi pasien sangat kritisÂ layaknya CPR (cardio pulmonary resucitation).<span id="more-320"></span></p>
<p>Iya, persis. <strong>Planet bumi ibarat pasien yang sangat kritis</strong> tadi yang harus segera dilakukan CPR, bila tidak ingin nyawanya melayang. Riwayat bumi akan segera berakhir, bila tidak secepat mungkin dilakukan resusitasi.</p>
<p>Pemanasan global mengakibatkan temperatur daratan dan laut naik. Kenaikan suhu air laut yang sedemikian tinggi seperti saat ini, akan memicu terjadinya badai tropis dimana-mana seperti : Katrina, Ike dst. Badai disertai angin puting beliung merupakan fenomena alam yang terjadi akibat tingginya suhu air laut yang menimbulkan gumpalan awan hujan dan badai hurricane dengan kecepatan super yangÂ akan menerjang dan memporak-porandakan apa saja yang dilaluinya.Â </p>
<p>Suhu tinggi didaratan akan menguapkan air dalam tanah sedemikian hebatnya, apabila suhu bumi seperti pada saat ini. Tidak heran akibat penguapan air tanah yang sangat berlebihan, terjadilah retak-retak dan bongkahan tanah kering-kerontang seperti keadaan di Nusa Tenggara Timur dan Afrika..</p>
<p>Sudah banyak para pakar dibidangnya yang menulis, berbicara dan mengajak seluruh ummat manusia untuk <strong>segera menghentikan kebiasaan buruk peradaban manusia</strong> yang menjadi penyebab buruknya kondisi kesehatan planet bumi ini. Namun, belum cukup perlakuan dan tindakan bersahabat yang kita lakukan terhadap bumi kita yang sedang sakitÂ kritis ini.</p>
<p>Dari semua faktor pemicu terjadinya pemanasan global, terbesarÂ  peranannya adalah terjadinya <strong>kebakaran lahan dan hutan</strong> di setiap pelosok planet bumi ini. Sudah menjadi langganan setiap tahun dimusim panas adalah kebakaran hutan diÂ  Australia, di California, Amerika Serikat dan negara-negara lain termasuk Indonesia memberikan kontribusi terbesar terjadinya global warming&#8230;</p>
<p>Di Indonesia, lihat saja : masih banyak yang membakar lahan untuk membuka perkebunan sawit di provinsi Riau. Kepada gubernur Riau yang baru saja terpilih, sebaiknya dibuat undang-undang anti pembakaran lahan dan hutan (karhutla), apabila UU-nya sudah ada segera diaplikasikan dengan memberi ganjaran hukuman penjaraÂ jangka panjang Â atau denda dengan nominal sangat besar kepada para pembakar lahan dan hutan agar memberi efek jera kepada seluruh masyarakat. Mengingat dampaknya yang bukan main, luar biasa dahsyatnya mengancamÂ  kelangsungan hidup seluruh ummat manusia&#8230;</p>
<p>Untuk penerapan UU karhutla sebaiknya tidak ada kompromi, tidak pandang bulu siapapun pelakunya : perorangan, perusahaan, sindikasi, dll. Dan tidak ada penyuapan yang masuk kekantong pribadi. Ingat dosa dan akibatnya pada kelangsungan hidup spesies manusia yang adalah anak-cucu generasi baru kita semua..</p>
<p>Minimal yang dapat masing-masing dari kita disumbangkan untuk tujuan resusitasiÂ planet bumiÂ ini yaitu : <strong>menekan produksi gas CO2</strong> (karbon dioksida). Untuk tujuanÂ  ini sudah dilakukan penanaman berjuta-juta pohon diseluruh dunia, yang dampaknya baru dapat dirasakan setelah pohon yang ditanam itu cukup besar dan Â berdaun rindang. Dedaunan akan menyerap CO2 di udara dan menghasilkan oksigen (O2) disiang hari lewat proses photosintesis. Oksigen amat sangat diperlukan oleh semua makhluk hidup yang aerobic seperti manusia.</p>
<p>Cara lain menekan produksi gasÂ CO2,Â antara lain : beli lampu yang hemat energi, lakukan chek berkala terhadap gas buangan kendaraan kita apakah itu sepeda motor, mobil, bajaj, angkot, bus kota, bus AKAP, dst.Â  Adakah gas CO2 yang dihasilkan sudah berlebihan ? Bila ya, lakukan sesuatu untuk mengeliminir atau meminimalisir kondisi itu. Kemungkinan ada salah satu part atau onderdil yang harus diganti. Untuk bus kota yang gas buang CO2 nya demikian besar, sebaiknya jangan dioperasikan dulu. Sampai masalah itu dapat diatasi atau dilakukan peremajaan bus angkutan yang sudah tua&#8230;</p>
<p>Yang juga bisa masing-masing dari kita lakukan untuk resusitasi bumi adalah <strong>menekan angka kelahiran</strong>. Lakukan program keluarga berencana. Sebab, bila populasi bumi yang saat ini sudah 4 miliar akan terjadi penambahan sedemikian cepatÂ dan berakibat pada kebutuhan air, udara, tanah, perumahan, sandang,Â Â pangan, dst yang pasti akan sangat meningkat.</p>
<p>&#8216;Baby booming&#8217; bila dibiarkan, akan memperparahÂ kondisi perut bumi dan segala isinya dibandingkan apa yang sudah terjadi saat ini : exploitasi bumi makin berlebih-lebihan, over-exploited, sehingga menimbulkan kerusakan fatal pada lingkungan hidup kita dengan segala dampak yang sudahÂ dapat kita rasakanÂ mulai saat ini.</p>
<p>Pemanasan global <strong>berakibat berubahnya pola penyakit</strong> terutama yang dibawa oleh nyamuk sebagai vektor, seperti : malaria, dengue, West nile virus, dst. Juga penyakit yang disebabkan bakteri tuberkulosis (TBC). Dengan bumi semakin panas, maka serangga yang biasanya hidup di daerah tropis, bisa berkembang biak secara normalÂ di daerah subtropis di utara dan selatan, karena suhu dan iklim yang berubah&#8230;</p>
<p>Masing-masing dari kita juga dapat <strong>melakukan penghematan pemakaian air</strong>. Masyarakat perkotaan dengan mudahnya menghamburkan air untuk cuci mobil, dst.Â Sementara sumber airÂ bumi sudah semakin tipis. Gletser sebenarnya adalah cadangan air bagi kehidupan disekitarnya seperti padang tundra yangÂ ditumbuhi tanaman dan beruang es yang habitatnya disana. Al Gore menyebutkan gletser sudah sangat menipis, demikian pula danau Chad di Afrika, yang selama ini menjadi sumber air bagi banyak negara, pada saat ini hampir kering dengan terjadinya penyusutan debit airnya dari waktu ke waktu.</p>
<p>Dan lihat saja beberapa <strong>daerah kering di Indonesia yang terparah di Nusa Tenggara Timur</strong>Â dimana tanahnya retak-retak seperti kue, karena sungai, danau dan sumber air lainnya sudah hampir tidak ada lagi alias kering-kerontang. Pantas saja Glenn Fredly dan kawan-kawan sangat tergugah untuk membuat yayasan &#8216;Green Music Foundation&#8217; untuk mengupayakan perbaikan lingkungan kekeringan yang dimulai dari satu desa ke desa yang lain. Lalu dari satu daerah ke daerah lain, dst..</p>
<p>Saya dibuat terperangah, saat mengetahui ayahanda Al Gore serta merta menutup ladang pertanian tembakau yang telah digeluti oleh keluarga ini sejak beberapa dekade. Alasannya, karena putrinya dan satu-satunya saudara kandung Al Gore yang bernama Nancy Gore meninggal akibat kanker paru. Nancy memang perokok berat.Â </p>
<p>Sebenarnya disini diuji antara keuntungan financial yang masuk kekantong pribadi disatu pihak danÂ  penyelamatan ummat manusia dari kanker paru dipihak lain. Ternyata keluarga Al Gore memilihÂ dan membuatÂ satu keputusan yang mulia, untuk menutup perkebunan tembakau yang menjadi mata pencaharian keluarga Al Gore, karena nikotin telah terbukti membunuh ummat manusia lewat rokok yang dihisap.</p>
<p>Al Gore memang pantas mendapatkan penghargaan Nobel untuk perdamaian dengan melakukan usaha penyelamatan lingkungan. Marilah kita dukung segala upaya yang telah dan akan dilakukan demi menjaga kesehatan dan kelestarian lingkungan planet bumi tempat kita hidup ini. Lakukanlah sesuatu, meski sekecil apapun. Dan mulailah dari diri kita sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/global-warming-visi-al-gore-sangat-berdasar-dan-mengetuk-hati-kita-semua-untuk-menyelamatkan-lingkungan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eruption of the volcano, second generation of Mount Krakatau at Sunda strait</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/eruption-of-the-volcano-second-generation-of-mount-krakatau-at-sunda-strait</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/eruption-of-the-volcano-second-generation-of-mount-krakatau-at-sunda-strait#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 07:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/eruption-of-the-volcano-second-generation-of-mount-krakatau-at-sunda-strait</guid>
		<description><![CDATA[A few days ago, on SundayÂ August 24, there was eruption of the volcano of Mount Krakatau which is the second generation of the famous Mount Krakatau which erupted in 1883 and its explosion materials especially ashes can be seen around the world at that time.
Sunda strait lies between Java and Sumatra island, western part of [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-rscn0101.JPG" title="LAUT"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-rscn0101.thumbnail.JPG" alt="LAUT" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-rscn0082.JPG" title="volcano"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-rscn0082.thumbnail.JPG" alt="volcano" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/krakatau.jpg" title="KRAKATAU"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/krakatau.thumbnail.jpg" alt="KRAKATAU" /></a>A few days ago, on SundayÂ August 24, there was eruption of the volcano of Mount Krakatau which is the second generation of the famous Mount Krakatau which erupted in 1883 and its explosion materials especially ashes can be seen around the world at that time.</p>
<p>Sunda strait lies between Java and Sumatra island, western part of Indonesia. The mountain soaring high to the sky, from the strait of Sunda..</p>
<p>Fortunately there was not a big tide or tsunami happened, no victims reported.Â People from the ship or ferry acrossing the Sunda strait could easily saw the extraordinary event that happening.</p>
<p>And here are some pictures from that moment, which wasÂ Â very spectacularÂ panoramic view ever seen before&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/eruption-of-the-volcano-second-generation-of-mount-krakatau-at-sunda-strait/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penipisan lapisan Ozon dan pemanasan global, tanggung jawab masyarakat dunia</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/penipisan-lapisan-ozon-dan-pemanasan-global-tanggung-jawab-masyarakat-dunia</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/penipisan-lapisan-ozon-dan-pemanasan-global-tanggung-jawab-masyarakat-dunia#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 04:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/penipisan-lapisan-ozon-dan-pemanasan-global-tanggung-jawab-masyarakat-dunia</guid>
		<description><![CDATA[Ozon adalah atom oksigen bebas (O nasens), yang terdapatÂ diatas atmosfir bumi. Lapisan ozon berfungsi sebagaiÂ filter dan shelterÂ bagi seluruh isi planet dunia : manusia, binatang dan tumbuhan terhadap radiasi sinar ultraviolet-B (UV-B) yang sangat berbahaya.
Bahaya radiasi UV-B antara lain menimbulkan kanker kulit melanoma maligna, juga meniadakan fungsi vaksinasi. Penyakit yang dapat dihindari dengan vaksinasi akan muncul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-dscn0174.JPG" title="SUNGLASSES"></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/toni-abstrak-2.jpg" title="OZON"></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-dscn5832.JPG" title="OZON"></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/hongkong.jpg" title="OZON"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/hongkong.thumbnail.jpg" alt="OZON" /></a>Ozon adalah atom oksigen bebas (O nasens), yang terdapatÂ diatas atmosfir bumi. Lapisan ozon berfungsi sebagaiÂ filter dan shelterÂ bagi seluruh isi planet dunia : manusia, binatang dan tumbuhan terhadap radiasi sinar ultraviolet-B (UV-B) yang sangat berbahaya.</p>
<p>Bahaya radiasi UV-B antara lain menimbulkan kanker kulit melanoma maligna, juga meniadakan fungsi vaksinasi. Penyakit yang dapat dihindari dengan vaksinasi akan muncul meski telah divaksin akibat radiasi UV-B seperti : TBC, campak, cacar air, herpes, malaria, kusta, infeksi jamur/candidiasis dan investasi parasit seperti leishmaniasis.Â Terakhir, Â UV-B juga penyebab terutama kebutaan akibat katarak.Â <span id="more-252"></span></p>
<p>Lapisan ozon berada dilapisan stratosfer, pada ketinggian 18-45 km dari permukaan bumi. Penelitian US Environmental Protection menyatakan bahwa penipisan satu persen(1%) saja dari lapisan ozon akan meningkatkan angka penderita katarak sebesar 100 ribu-150 ribu kasus. Dan bila penipisan lapisan ozon terus berlangsung, maka angka tersebut akan semakin meningkat pula.Â  WHO telah mencatat, bahwa katarak merupakan penyebab kebutaan pada 17 juta kasus &#8216;blindness&#8217; diseluruh dunia.</p>
<p>Adapun bahan kimia yang dianggap sebagai perusak ozon (BPO) seperti : Chloro Fluoro Carbon (CFC)/ freon, Carbon Tetrachloride (CCl4), Methyl Chloroform, dan Methyl Bromide yang banyak digunakanÂ sebagai unsur pembuatanÂ pestisida.</p>
<p>Lantas, bagaimana upaya seluruh masyarakat penghuni dunia ini untuk mengurangi BPO ?Â  Beberapa cara yang dapat mengurangi BPO, seperti : jangan merokok. Sebab pada rokok dengan kadar tar yang rendah, sebagai ganti tar digunakan CFC untuk pengembang. Perusahaan rokok berlomba menurunkan kadar tar demi mengurangi dampak terhadap kesehatan, namun efek sampingnya berupa penipisan lapisan ozon akibat tingginya CFC. Selanjutnya gunakan pendingin ruangan dan lemari es yang non-CFC. Lalu alat penyemprot, seperti aerosol obat nyamuk dan parfum spray gunakan yang non-CFC. Kemudian mengurangi penggantian jok mobil, sofa, kasur busa, sol sepatu dan termos es, dimana kesemuanya itu menggunakan pengembang BPO.</p>
<p>Gas pemadam kebakaran juga dari halon diganti ke gas mengandung CO2 dan busa non-CFC. Demikian pula dengan dry cleaning, pembersih sirkuit elektronikÂ yang menggunakan BPO. Last but not least, sudah tentu hindari menggunakan pembasmi hama yang memakai methyl bromide sebagai bahan aktif.</p>
<p>Selain dampaknya terhadap berbagai penyakit tersebut, penipisan ozon juga berperan pada pemanasan suhu planet bumi (global warming). Akibatnya sudah dapat kita rasakan pada saat ini, berupa perubahan iklim yang sangat tidak lazim, seperti : hujan es di Jakarta dan Bekasi beberapa waktu lalu. Lapisan es di kutub utara dan kutub selatan yang telah mulai meleleh, meninggikan permukaan air laut sehingga terjadi air pasang yang teramat tinggiÂ layaknya badaiÂ Tsunami.</p>
<p>Menyediakan lahan untuk taman rekreasi dan olahraga dan juga sebagai paru-paru yang menghasilkan oksigen bagi warganya ditengah kota Jakarta, sepertinya masih jauh dari kenyataan. Hal ini menyangkut mental pemimpin, pembuat keputusan yang imannya gampang digoyahkan oleh materi dan harta dunia. Demi keuntungan pribadi dan sesaat, rela merubah status taman menjadi kompleks mall/ pertokoan dan sentra bisnis lainnya. Lihat saja Plaza Senayan dan Senayan City.</p>
<p>Mari kita bandingkan dengan kota metropolitan New York, yangÂ mempunyai taman yang sangat luas yaitu Central Park seluas 200 hektar, persis didepan The Mount Sinai Hospital tempat saya fellowship dulu. Lokasi Central Park sangat strategis, andai saja mental Walikota New York sama seperti pemimpin di Jakarta, merelakan taman itu menjadi shopping center, bayangkan berapa ratus juta dollar US yang masuk ke kantong pribadinya. Dengan luas 200 hektar dan lokasi prima di Manhattan, wajarlah.</p>
<p>Central Park sudah ada sejak lebih dari 150 tahun yang lalu, karena usia The Mount Sinai Hospital pada 2001 saat saya masih disana adalah 150 tahun. Kelihatan dari dokumentasi rumah sakit itu, pohon-pohon diseberang RS yangÂ sekarang ini kita kenal sebagai Â Central Park. Posisinya diseberang jalan raya Fifth Avenue yang tersohor itu, beberapa bagian taman ini berada diatas jalan raya sehingga getaran mobil yang berlalu-lalang dibawah taman yang kita injak saat berjalan mengelilingi taman itu, dapat kita rasakan dengan jelas..</p>
<p>Selain rumput dan pepohonan yang rindang dari jenis oak, terdapat pula kolam dimana angsa putih bersliweran berenang sambil sesekali memasukkan paruhnya mencari makan didasar kolam. Ada 1-2 perahu kecil yang bisa digunakan oleh pengunjung Central Park. Pemandangan ini seperti dalam filmnya Kevin Costner dan aktris muda yang saya lupa namanya&#8230;. Oops, saya ingat : Wynona Rider yang dalam cerita film itu akhirnya meninggal karena leukemia.Â Sangat indah dan romantikÂ film itu. Ada film lain yang mengambil sebagian settingnya di Central Park, yaitu &#8216;Maid in Manhattan&#8217;, dibintangi si &#8217;sexy hottie Hispanic&#8217;, JLo alias Jennifer Lopez.</p>
<p>Sepanjang jalan kecil (path) di tengah taman itu, tampak para joggers dengan baju sport dan sneakers pada pagi dan sore hari. Terkadang ada pengunjung membawa anjing kesayangannya berjalan-jalan dan bila sudah lelah, dapat melemaskan otot-otot kaki dengan duduk bersandar di bangku-bangku yang tersedia sambil menikmati pemandangan taman yang hijau menyejukkan..</p>
<p>Ada pengunjung yang datang ke Central Park khusus untuk membaca novel, dll menghabiskan waktunya berjam-jam di taman itu. Pernah juga saya melihat artist pelukis yang menggambar situasi taman dengan pepohonan yang menjadi tempat relaksasi the New Yorkers itu..Â  Kapan kita di Jakarta seperti itu ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/penipisan-lapisan-ozon-dan-pemanasan-global-tanggung-jawab-masyarakat-dunia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Global Recession, who Cares?</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/global-recession-who-cares</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/global-recession-who-cares#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 12:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/global-recession-who-cares</guid>
		<description><![CDATA[Global recession probably soon will come. None of the nations in this world could reject when the time has come. It&#8217;s like a timed bomb, will explode when the setted time has come.. Be prepared for the worst thing in our lives.
Well, live nowadays is full of problems to be solved. At work, at home, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/05/nature1.JPG" title="BEBEK"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/05/nature1.thumbnail.JPG" alt="BEBEK" /></a>Global recession probably soon will come. None of the nations in this world could reject when the time has come. It&#8217;s like a timed bomb, will explode when the setted time has come.. Be prepared for the worst thing in our lives.</p>
<p>Well, live nowadays is full of problems to be solved. At work, at home, on the street, everywhereÂ  we&#8217;re facing dozens of matters. And with no exception, everybody has his or her own unfinished businesses to be done. Matters today are far beyond those, Â back two decades ago. We&#8217;re now facing complicated problems due to life style.<span id="more-177"></span></p>
<p>We&#8217;ve heard about the great recession in 1929. Especially in the US, the economy that time was very difficult. There almost no economic activity, the deepest recession has ever been. Every body lived helplessly and hopelessly. No one could avoid the condition.</p>
<p>A fewÂ years ago theÂ oil prizeÂ was only US $ 13 per barrel, comparing to US $130 this week. It soars up to one thousand percents or ten times. And the skyrocketting prize of oil automatically would rise everything&#8217;s prize for our lives. No matter you&#8217;re living in western, eastern country or in a developed or developing country and the third world.</p>
<p>The situation seems to be complicated due to so many disasters lately in thisÂ planet of earth. Global warming, Tsunami, Katrina in New Orleans, Nigris in MyanmarÂ and the Earthquake in Sechuan, China to name some of them. We&#8217;re allÂ  exhausted with so many tragedies which took so many people&#8217;s lives.With death toll around thousands to millions.</p>
<p>Soon we&#8217;ll be in the multi dimensions crisises : food, energy, climate, etc. People will fight each other just to get food, as we have seen in Haiti in the Pacific ocean. More and more pains to be suffered by all of us in this whole planet. We are now like being tortured, very very painful&#8230;</p>
<p>Because of those, right now we have no more energy to be awake, no attention to be paid to such issue like recession. We already are in very deep sorrows. Our burden of lives are so huge, almost to the bottom of patiently&#8230;Â  Then who cares with recession?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/global-recession-who-cares/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta Metropolitan, wajahmu kini yang Kusam. Inikah tanda-tanda Resesi telah tiba?</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/jakarta-metropolitan-wajahmu-kini-yang-suram</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/jakarta-metropolitan-wajahmu-kini-yang-suram#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 06:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/jakarta-metropolitan-wajahmu-kini-yang-suram</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin saya baru kembali dari Jakarta untuk satu urusan. Menjelajahi jalan-jalan ibukota selama dua hari, dari sudut pandang saya, memberi kesan yang negatif. Kenapa ?Â  Saya jadi miris, melihat kondisi jalan, jembatan penyebrangan, halte bus, taman serta semua sarana umum terlihat tidak terawat. Semua kelihatan kusam, abu-abu, sendu, kotor dan memilukan&#8230;
Inikah Jakarta yang dahulu menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/05/jakarta.jpg" title="Jakarta"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/05/jakarta.thumbnail.jpg" alt="Jakarta" /></a>Kemarin saya baru kembali dari Jakarta untuk satu urusan. Menjelajahi jalan-jalan ibukota selama dua hari, dari sudut pandang saya, memberi kesan yang negatif. Kenapa ?Â  Saya jadi miris, melihat kondisi jalan, jembatan penyebrangan, halte bus, taman serta semua sarana umum terlihat tidak terawat. Semua kelihatan kusam, abu-abu, sendu, kotor dan memilukan&#8230;<span id="more-127"></span></p>
<p>Inikah Jakarta yang dahulu menjadi impian setiap orang daerah? Gemerlap dan cerianya suasana Jakarta di tahun 80-an, seolah sirna dengan meninggalkan sampah, puing dan rongsokan lain, tidak berbeda jauh dengan daerahÂ lain dipelosokÂ Indonesia.Â  Perbedaan Â yang paling jelas yaitu adanya bangunan pencakar langit di Jakarta yangÂ  berdiri menjulang disana-sini, sedangkan sisanya tidak lebih baik dibandingkan kondisi daerah-daerah lain di Indonesia&#8230;</p>
<p>Saya merenung dan sedih, sedemikian terpurukkah ekonomi negara kita atau lebih tepatnya pemerintah DKI Jakarta, apakah kita telah memasuki era resesi, sehingga tidak ada anggaran untuk urusan kebersihan kota ? Atau mungkin pemerintah DKI kurang concern terhadap kebersihan dan keindahan kota, akibat seringnya banjir melanda ibukota ? Bagaimana jadinya bila ibukota negara yang seharusnya menjadi tolok ukur ditingkat nasionalÂ kondisinya seperti itu ?</p>
<p>Daerah Sudirman, Blok M, Kebayoran Baru, Senayan yang merupakan jalan protokol dan kawasan elit semestinya kelihatan bersih dan menarik, namun pada hari-hari saya telusuri kemarin kelihatan sebagai tempat kumuh. Banyak dedaunan dan sampah coklat-menghitam yang berserakan disana-sini, disamping pagar bangunan yangÂ berkarat, Â tidak terurus.</p>
<p>Menyedihkan sekali, apalagi melihat wajah-wajah orang yang berlalu-lalang dikiri-kanan jalan yang tampak kusut, muram, tidak bersinar tanpa keceriaan samasekaliÂ pada raut wajah mereka.Â Sepertinya beban hidup mereka sangat berat, sedikitpun tidak terpancar optimisme di wajah mereka&#8230;</p>
<p>Bagaimana ini pak Fauzi ? Bukankah kebersihan dan keindahan Jakarta termasuk salah satu janji bapak saat kampanye pemilihan gubernur DKI Jaya? Saya yang penduduk Jakarta dan saat ini kebetulan bekerja di Pekanbaru merasa miris, sedih dan malu.</p>
<p>Dikota Pekanbaru yang jauh lebih kecil dibanding Jakarta, keadaannya berbalik 180 derajat. Yang namanya sampah, itu sulit ditemukan.Â  Setiap jalan, fasilitas umum dan sudut-pelosok kota tampak begitu bersih dan asri. Tanaman di jalan protokol dirawat dengan baik, tampak sehat dan berkembang mekar warna-warni dengan daun-daun yang menghijau &#8216;royo-royo&#8217;.</p>
<p>Ditengah terik mataharipun Â masih bisa kita lihat para &#8216;pahlawan&#8217; kebersihan melakukan tugasnya,Â baik laki-laki maupun perempuan. Dengan topi sebagai penahan panasnya sinar matahari, mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab dan berwajah kemerahan, menikmati pekerjaan yang dilakukannyaÂ itu. Malam jam 22.00 pun masih bisa dijumpai satu dua petugas kebersihan sedang menyapu sisi jalanan Pekanbaru&#8230;</p>
<p>Sangat berbeda dengan rata-rata yang saya lihat kemarin di Jakarta. Tidak satupun tenaga kebersihan yang saya jumpai di sepanjang perjalananÂ  itu. Saat itu sekitar jam sebelas siang, daerah Sudirman sepi dari petugas kebersihan, apakah sudah beres, lagi istirahat atau memang tidak ada petugas ? Dua pertanyaan pertama jawabnya pasti tidak, karena sampah masih berserakan untuk pertanyaan pertama, dan belum jam istirahat untuk pertanyaan kedua. Jadi yang paling sangat mungkin adalah tidak adanya petugas kebersihan&#8230; How come in such big city like Jakarta?</p>
<p>Saya pernah baca, gaji setiap petugas kebersihan di Pekanbaru 850 ribu rupiah per bulan, sesuai UMR di Riau. Rencananya upah itu akan dinaikkan, mengingat jasa mereka yang telah mengharumkan nama kota Pekanbaru sebagai kota terbersih di Indonesia dengan memperoleh Piala Adipura berkali-kali. Bagaimana kalau pak Fauzi Bowo selaku gubernur DKI Jaya-dengan tidak usah merasa malu- mengirimkan staffnya untuk studi banding masalah kebersihan kota,Â ke Pekanbaru?</p>
<p>Pemimpin yang baik dan bijaksana akan &#8216;legowo&#8217; untuk belajar, meski kedaerah seperti provinsi Riau yangÂ dianggap terkebelakang.Â  Ayo, pak Foke kita tunggu action anda&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/jakarta-metropolitan-wajahmu-kini-yang-suram/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serba-serbi singkat yang pantas Diangkat.</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/serba-serbi-singkat-yang-menggigit</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/serba-serbi-singkat-yang-menggigit#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 04:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/serba-serbi-singkat-yang-menggigit</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin Hari Bumi, 22 April 2008 saya mendapat undangan untuk menghadiri acara di New York, tepatnya di Fordham University Church. Undangan saya terima via E-mail. Dan disitu diberi petunjuk arah kesana sebagai berikut : &#8216;take public transportation North by metro&#8217;.  Lucu juga, ya padahal saya sudah bertahun-tahun kembali ke Indonesia tetapi tetap saja panitia mengirim [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/04/resize-of-nature2.JPG" title="KUDA"></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/06/pink-orchid.jpg" title="PINK ORCHID"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/06/pink-orchid.thumbnail.jpg" alt="PINK ORCHID" /></a>Kemarin Hari Bumi, 22 April 2008 saya mendapat undangan untuk menghadiri acara di New York, tepatnya di Fordham University Church. Undangan saya terima via E-mail. Dan disitu diberi petunjuk arah kesana sebagai berikut : &#8216;take public transportation North by metro&#8217;.  Lucu juga, ya padahal saya sudah bertahun-tahun kembali ke Indonesia tetapi tetap saja panitia mengirim undangan ke alamat apartemen saya dulu di Northern Boulevard, Flushing-Queens, New York&#8230;<span id="more-122"></span></p>
<p>Ada lagi cerita tercecer saat di Amrik sana. Saya pernah dikirimin surat dengan tanda tangan asli dari Dana Reeves, isteri aktor pemeran pertama &#8216;Superman&#8217; yang lumpuh akibat kecelakaan saat shooting pembuatan filmnya. Apa pasal ? Kenapa saya dikirimi surat? Hanya karena saya menyumbang sedikit dollar US, maka Dana Reeves secara pribadi menanda tangani surat itu. </p>
<p>Dana dan Steve Reeves mendirikan yayasan &#8216;Reeves Paralyzes Foundation&#8217; yang melakukan riset dibidang neurology, bagaimana bisa menyambung serabut saraf yang terputus akibat kecelakaan dan berbagai penyebab lain. Sayang sekali, Steve Reeves keburu meninggal, sebelum ditemukan teknologi penyambungan saraf yang canggih. Demikan pula isterinya Dana, belum lama meninggal akibat kanker payudara&#8230;</p>
<p>Ada lagi cerita tentang Serena Williams satu dari Williams bersaudari yang jago tennis. Saya pernah duduk dikursi depan menyaksikan pertandingannya melawan  Anna Kournikova pada US Open 2001 di stadion Flushing Meadow, New York. Meski kulitnya gelap, namun terawat dan Serena tampak sexy dengan kostum tennis yang fashionable. Sedangkan Anna seperti biasa cantik dengan kulit cerah dan bening bermata biru&#8230; </p>
<p>Satu hal yang saya  merasa sangat terkesan, adalah saat baru saja menginjakkan kaki dibumi Amrik saat pemeriksaan paspor di bandara John F. Kennedy New York. Petugas immigrasi membuka dan melihat paspor serta visa J1 yang dikeluarkan kedubes Amrik di Jakarta. Sambil memandang dan menatap mata saya dengan spontan  dia berkata : &#8216;Welcome to the United States and thanks for helping our country to do researches in Liver Pathology&#8217;. Saya terheran-heran, demikian cepat dia berterimakasih, padahal saya belum berbuat apapun untuk negerinya&#8230;</p>
<p>Permainan baseball ? Saya pernah menyaksikan pertandingan baseball antara Yankee dan lawannya distadion Flushing dekat arena Tennis Flushing Meadow yang dinamai &#8216;Arthur Ass&#8217; Stadium. Dengan menyaksikan itu, saya menjadi tahu apa yang disebut &#8216;home run&#8217;, dst sambil menikmati atmosfir pertandingan dengan makan hot dog dan minum soda, seperti penonton warga Amrik yang lain&#8230;</p>
<p>Bagaimana dengan pacuan kuda ?  Bellmont adalah nama terkenal dibidang pacuan kuda yang berlokasi di Long Island, New York. Saya ke Bellmont bersama keluarga Amerika yang tinggal di Floral Park, Long Island. Lucu aja, saat kita masuk dan menyerahkan ticket masuk, tangan kita distempel, tanda sudah bayar. Nanti bila kita keluar sebentar ke toilet, dll. maka saat masuk lagi ke areal pacuan kuda, petugas tidak akan minta ticket masuk lagi karena sudah melihat stempel ditangan kita&#8230;</p>
<p>Jangan dikata saya belum tahu West Point, pusat pendidikan akademi militer bergengsi di dunia. Letaknya sedikit diluar kota, kira-kira 45 menit berkendara dari apartemen saya di Flushing. Terletak di satu perbukitan tenang, indah dan berudara sejuk dengan sungai kecil yang membelah,West Point lebih mirip seperti kastil angkuh dan senyap di negara-negara  Eropa.</p>
<p>Terdiri atas lapangan rumput hijau yang terhampar teramat luas dan kelompok-kelompok  bangunan sesuai dengan fungsinya dilengkapi jembatan penghubung. Ada asrama prajurit, perwira dan perkantoran serta sarana olah raga dan latihan militer yang lengkap. Arsitektur bangunan tampak artistik indah, tidak seperti AMN yang standard di Magelang  atau asrama militer kita disini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/serba-serbi-singkat-yang-menggigit/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
