<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dr. Sukma Merati &#187; Traveling</title>
	<atom:link href="http://www.sukmamerati.com/category/traveling/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sukmamerati.com</link>
	<description>Personal website of Dr. Sukma Merati, Anatomical Pathologist</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Jun 2010 09:51:52 +0000</lastBuildDate>
	
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Adanya globalisasi dan pasar bebas membingungkan asal muasal satu produk. T-shirt bertuliskan &#8216;Phuket-Thailand&#8217; taunya disablon di Bandung</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/adanya-globalilsasi-dan-pasar-bebas-membingungkan-saya-akan-asal-muasal-satu-produk-t-shirt-bertuliskan-phuket-thailand-ternyata-disablon-di-bandung</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/adanya-globalilsasi-dan-pasar-bebas-membingungkan-saya-akan-asal-muasal-satu-produk-t-shirt-bertuliskan-phuket-thailand-ternyata-disablon-di-bandung#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 15:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Membingungkan juga, pada saat saya berniat membeli cenderamata dari satu negara di luar negeri. Betapa tidak bingung, karena pernak-pernik yang biasa kita lihat di Jogya, bisa ada didepan mata saya ditoko souvenir di Ho Chi Minh City (HCMC). Ada sandal, ada boneka, ada rok batik ada sepatu tipis tanpa tumit, dll. Semua  pernak-pernik itu menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membingungkan juga, pada saat saya berniat membeli cenderamata dari satu negara di luar negeri. Betapa tidak bingung, karena pernak-pernik yang biasa kita lihat di Jogya, bisa ada didepan mata saya ditoko souvenir di Ho Chi Minh City (HCMC). Ada sandal, ada boneka, ada rok batik ada sepatu tipis tanp<img class="alignnone size-medium wp-image-483" title="NAM 15" src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/12/NAM-15-300x199.jpg" alt="NAM 15" width="300" height="199" />a tumit, dll. Semua  pernak-pernik itu menggunakan bahan batik dengan warna-warni etnik yang menarik. Barang kerajinan tangan itu ada yang digantung, dipajang dalam satu rak dari rotan, dst. Persis sama dengan kerajinan Jogyakarta, seperti terlihat dalam gambar posting ini.</p>
<p>Ketika saya tanyakan kepada penjaga toko, dia berkilah itu barang kerajinan-tangan setempat, artinya dibuat oleh penduduk Vietnam atau HCMC. Sekilas saya sempat bingung, namun setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata itu memang buatan Jogya yang dijual di HCMC. Ternyata bukan masalah siapa nyontek siapa, akan tetapi barang produksi Jogya  itu dibeli wholesaler atau grossir Viet Nam untuk dijual retail alias ketengan dinegerinya paman Ho.</p>
<p>Demikian  juga kotak-kotak perhiasan glossy warna-warni yang pernah saya lihat dijual di Jepang, baik di tempat-tempat kunjungan turis manca negara seperti di Meiji Shrine, dst.  Harganya sangat mahal, asli kerajinan tangan Jepang. Bandingkan dan anda jangan heran, bila di pasar Sukawati-Balipun kita banyak melihat kotak warna-warni berkilap tempat perhiasan yang sangat indah itu dengan harga sepersepuluh harga kotak yang sama ukuran dan modelnya di Jepang.</p>
<p>Saya semakin bingung, tatkala miniatur becak, sepeda motor, atau moge alias motor gede miniatur model Harley Davidson juga dapat saya jumpai di HCMC sana. Barang kerajinan tangan itu dibuat dari bahan metal semacam kuningan. Toys itu siapa yang menciptakan pertama kali ? Karena dikaki lima jalanan di Pekanbarupun saya melihat miniatur berbagai kendaraan itu dijual dengan bebasnya&#8230; Duh,  semakin sempit saja dunia ini dan lebih bingung saya jadinya&#8230;</p>
<p>Oleh-oleh yang gampang dibawa dan bobotnya paling ringan adalah T-shirt atau kaus oblong dengan beraneka macam tulisan, sesuai dengan tempat/negara yang kita kunjungi. Tapi tahukah anda, bahwa T-shirt itu kebanyakan dibuat dan disablon di kota kembang Bandung, Indonesia. Jadi lagi-lagi kita terkecoh.  Kita bela-belain sudah capai-capai membawa dari LN, ternyata barang itu Made in Indonesia&#8230; Nggak lucu, khan..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/adanya-globalilsasi-dan-pasar-bebas-membingungkan-saya-akan-asal-muasal-satu-produk-t-shirt-bertuliskan-phuket-thailand-ternyata-disablon-di-bandung/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ho Chi Minh City- lokasi ideal outsourcing untuk industri automotive dan garment</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/ho-chi-minh-city-sebagai-outsourcing-untuk-perusahaan-automotive-dan-garment</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/ho-chi-minh-city-sebagai-outsourcing-untuk-perusahaan-automotive-dan-garment#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 04:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/ho-chi-minh-city-sebagai-outsourcing-untuk-perusahaan-automotive-dan-garment</guid>
		<description><![CDATA[Ho Chi Minh City (HCMC) sedang bergembira dan merupakan satu lokasi yang dipilih banyak perusahaan disaat resesi global saat ini untuk relokasi pabrik-pabriknya. Saya melihat banyak baju-baju/garment yang tadinya dibuat di Indonesia dialihkan ke negara antara lain Viet Nam, karena beaya produksi bisa ditekan sampai 30-40 % dibandingkan bila diproduksi di negara sebelumnya.
Pada saat saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/uncle-ho-statue.jpg" title="UNCLE HO"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/uncle-ho-statue.thumbnail.jpg" alt="UNCLE HO" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/notredame.jpg" title="Notredame"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/notredame.thumbnail.jpg" alt="Notredame" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/near-rex-hotel.jpg" title="REX HOTEL"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/near-rex-hotel.thumbnail.jpg" alt="REX HOTEL" /></a>Ho Chi Minh City (HCMC) sedang bergembira dan merupakan satu lokasi yang dipilih banyak perusahaan disaat resesi global saat ini untuk relokasi pabrik-pabriknya. Saya melihat banyak baju-baju/garment yang tadinya dibuat di Indonesia dialihkan ke negara antara lain Viet Nam, karena beaya produksi bisa ditekan sampai 30-40 % dibandingkan bila diproduksi di negara sebelumnya.</p>
<p>Pada saat saya berkunjung ke Johor Bahru bulan April tahun ini, terdapat toko khusus disana yang berlogo &#8220;Outlet Factory&#8217; atau OF yang menjual baju-baju, celana dan jacket jeans, topi serta garment pada umumnya dengan harga sangat &#8216;miring&#8217;. Lebih murah dari OF yang banyak bertebaran dikota Bandung. Saat diamati garment tersebut bertuliskan &#8216;made in Viet Nam&#8217;.</p>
<p>Saya dengar pula banyak perusahaan automotive Korea dan Jepang memindahkan pabriknya ke Viet Nam dengan alasan menekan beaya produksi. Seperti mobil Hyundai dan Toyota yang  outsourcing di HCMC dan Viet Nam pada umumnya termasuk Hanoi diujung utara. Harga-harga barang konsumsi, elektronik, makanan, transportasi dan hotel boleh dikatakan reasonable alias mufakat dibandingkan Indonesia dan negara-negara lain didunia.</p>
<p>Tenaga kerja di Viet Nam boleh dikatakan lebih murah atau bahkan termurah di Asia Tenggara. Anak muda Viet Nam berpikiran maju dan sudah melupakan perang yang berkecamuk dinegerinya selama 20 tahun. Tidak ada anti Amerika dan lain-lain, baik dalam kata maupun tulisan. Mereka sangat menikmati budaya dan life style global serta kelihatan mulai bekerja keras membangun negaranya yang tertinggal agak jauh dari negara tetangganya di Asia Tenggara.</p>
<p>Tidak mengherankan pada saat rush hour kita dapat melihat jutaan pekerja pabrik yang pergi dan pulang kerja dari pabrik  pabrik yang berada disekitar HCMC. Hampir semuanya menggunakan sepeda motor lengkap dengan helmet dikepalanya. Maka tidak berlebihan kalau  HCMC disebut sebagai kota dengan jutaan sepeda motor.</p>
<p>Banyaknya guest house dan homestay di HCMC, mengingatkan saya akan Kuta Beach di Bali sekitar tahun 80-an.  Penduduk lokal sangat akrab dengan tamunya dari manca negara. Beberapa anak remaja laki Viet Nam kini sudah ada yang menindik kuping dan memakai anting serta men&#8217;tattoo&#8217; bagian tubuhnya terutama di lengan. Rambutpun sudah dicat warna-warni. Kebalikan dari Indonesia dimana penduduknya kebanyakan wanita, makaViet Nam penduduk laki-laki jauh lebih banyak dari pada wanitanya. Coffee shop kebanyakan dikunjungi para lelaki yang ingin mendapatkan pasangan wanitanya disana.</p>
<p>Cerianya masyarakat di HCMC persis seceria masyarakat di Kuta Bali sebelum terjadinya peristiwa Bom Bali 2002. Banyak cafe, restaurant, pub dan disco termasuk disepanjang Saigon River yang mulai hidup pada saat jam menunjukkan jam 20.00 alias jam delapan malam. Didepan atau seberang sungai banyak hotel mewah seperti Rex Hotel yang pernah dipakai lokasi shooting film Hollywood dengan bintang Robin Williams, ada Caravelle Hotel, ada Riverside Hotel yang menjulang tinggi lebih dari 30 lantai.</p>
<p>Persis didepan Rex Hotel tampak berdiri megah patung Ho Chi Minh yang menjadi landmark kota HCMC. Bangunan disekitar patung paman Ho hampir semuanya sangat indah dengan arsitektur &#8216;Renaissance&#8217; seperti kebanyakan gedung di kota Paris. Warnanya putih-creamy yang tampak anggun dan mahal. Disekitar patung paman Ho dan Saigon river, boleh dianalogikan dengan daerah pantai Sanur di Bali yang notabene buat para turis yang berumur dan mapan dibidang ekonomi alias berkantong tebal.</p>
<p>Kebalikan dari lokasi Rex Hotel dengan patung uncle Ho, di HCMC terdapat  pasar grossier seperti pasar pagi atau Mangga Dua di Jakarta dimana membeli satuan juga boleh.  Pasar itu namanya BahnThrang, yang cukup luas dengan segala macam barang mulai dari makanan kering semacam keripik pisang, aneka-macam permen atau manisan mulai dari manisan jahe yang bertekstur tipis seperti kain kelambu berwarna kuning-muda dengan rasa &#8216;ginger&#8217; yang kuat. Ada permen dari buah cherry warna merah menyala, ada kacang-kacangan siap dimakan seperi cashew nuts yang bersih dan besar-besar, sangat menambah tenaga disaat kaki sudah capek mengelilingi pasar Bahn Thrang.</p>
<p>Bahn Thrang juga penuh dengan komoditas fashion seperti : baju, tas berbagai merek terkenal, tas pesta maupun tas kerja, berbagai wallet/dompet pria dan wanita, parfum, sepatu dan aneka macam sandal. Berbagai macam bunga plastik dan  berbahan serat, kain dsb serta lukisan/paintings dari cat minyak, airbrush, dst untuk interior serta berbagai lampu hias ada disini. Kalau di Bangkok pasar seperti Bahn Thrang di HCMC sini adalah pasar Cha Tu Chack yang hanya buka setiap weekend dan berlokasi on the way ke Bandara international  Svarna Bumi, Thailand.</p>
<p>Saya sangat menikmati makanan Viet Nam terutama Pho sejenis mie kuah yang dicampur daging beef atau seafood dan dimakan dengan sumpit serta  spring roll atau lumpia khas Viet Nam dengan saus kacang yang lezat&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/ho-chi-minh-city-sebagai-outsourcing-untuk-perusahaan-automotive-dan-garment/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>War remnant Museum di Ho Chi Minh City, mengingatkan kembali  kekejaman perang Vietnam dengan Senjata Kimianya</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/war-remnant-museum-di-ho-chi-minh-city-mengingatkan-kembali-pada-kekejaman-perang-vietnam-dengan-senjata-kimianya</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/war-remnant-museum-di-ho-chi-minh-city-mengingatkan-kembali-pada-kekejaman-perang-vietnam-dengan-senjata-kimianya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 13:13:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/war-remnant-museum-di-ho-chi-minh-city-mengingatkan-kembali-pada-kekejaman-perang-vietnam-dengan-senjata-kimianya</guid>
		<description><![CDATA[Saya barusan kembali dari negeri paman Ho alias Vietnam. Libur panjang ini saya gunakan untuk melihat dari dekat negeri dengan baju nasional &#8216;ao dai&#8217; yang kabarnya mulai bangkit dan tampak bergairah dalam pembangunan infrastrukturnya.
Memang benar, sejak menginjakkan kaki di bandara internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City (HCMC) alias Saigon saya sudah dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/nam-1.jpg" title="POST OFFICE"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/nam-1.thumbnail.jpg" alt="POST OFFICE" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/nam-5.jpg" title="NAM GUN"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/nam-5.thumbnail.jpg" alt="NAM GUN" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/nam-3.jpg" title="NAM 3"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/09/nam-3.thumbnail.jpg" alt="NAM 3" /></a>Saya barusan kembali dari negeri paman Ho alias Vietnam. Libur panjang ini saya gunakan untuk melihat dari dekat negeri dengan baju nasional &#8216;ao dai&#8217; yang kabarnya mulai bangkit dan tampak bergairah dalam pembangunan infrastrukturnya.</p>
<p>Memang benar, sejak menginjakkan kaki di bandara internasional Tan Son Nhat di Ho Chi Minh City (HCMC) alias Saigon saya sudah dapat merasakan degup jantung dan geliat urat nadi negeri itu yang jauh dari gambaran &#8216;resesi&#8217;, seperti yang terjadi pada umumnya di negara lain didunia pada saat ini.</p>
<p>HCMC berpenduduk 9 (sembilan) juta orang dan sudah mendekati Jakarta yang 12 (duabelas) juta orang. Hal menarik pada saat ini di HCMC terdapat 5 (lima) juta kendaraan sepeda motor sehingga kurang dari dua orang di HCMC telah memiliki satu sepeda motor. Wow, very crowded and a bit noisy yet very interesting place to visit. Anda bayangkan begitu banyak kepala dengan memakai helm dijalan-jalan kota HCMC yang cukup lebar dan sedikit berdebu namun sangat padat kendaraan sepeda motor.</p>
<p>Terutama pada &#8216;rush hour&#8217; pagi berangkat kerja dan sore hari pulang kerja. Jalanan macet luar biasa mostly disebabkan oleh begitu banyak sepeda motor dari yang termurah buatan China sampai yang termahal buatan Jepang. Dari yang berharga 300 USD (dollar US) sampai termahal 25  ribu USD yang bermerk Honda.</p>
<p>Sangat menyenangkan melihat orang-orang muda Viet Nam kini yang tidak peduli dan tidak mau mengingat-ingat perang Vietnam yang terjadi selama 20 tahun(1955-1975) dan tidak dimenangi Amerika Serikat. Mereka menganggap itu kejadian masa lalu dan berprinsip &#8216;let by gones be by  gones.&#8217; Yang lalu biarlah berlalu, tidak perlu ada balas dendam. Generasi muda Viet Nam justru sedang dalam &#8216;euphoria&#8217; kegembiraan luar biasa tanpa sebab yang jelas pada saat ini..</p>
<p>Bagaimana tidak happy karena telah terjadi perubahan sosial yang demikian fantastik dari negeri tertutup yang di-embargo dunia sampai negeri Viet Nam terbuka sejak 1978, setelah BillClinton mantan presiden AS berkunjung ke Viet Nam. Mulai saat itu masuklah segala jenis teknologi mulai dari TV, PC, internet, handphone, movies, fashions dan life style seperti : KFC, Mac Donald, dst. Praktis budaya tradisional tergusur oleh budaya global yang merasuk jauh kedalam sampai ke pedesaan.</p>
<p>Anak-anak Viet Nam sudah ada yang &#8216;obese&#8217; pertanda overnutrisi alias salah gizi karena terlalu banyak mengkonsumsi &#8216;junk food&#8217;. Kita ingat gerilyawan Viet Cong dimasa perang badannya kecil-kecil  dan pendek karena kurang gizi. Sehingga terowongan yang ada di sekitar HCMC yang digunakan disaat Nam War berukuran mini. Lebar 73 cm dan ketinggian 125 cm. Saya harus merangkak minimal membungkuk pada saat tour merasakan dan menghayati hidup didalam Cu Chi tunnel.</p>
<p>Gerilyawan VC (Viet Cong) makan singkong rebus dengan bumbu kacang tanah. Tanaman itu mereka tanam disekitar hutan. VC minum dari mata air didalam hutan. Mereka membuat sandal tipis khas VC yang dibuat dari karet berwarna hitam untuk memudahkan pelarian dihutan, didalam terowongan serta tidak menimbulkan bunyi alias &#8216;noise-free&#8217;. Semua itu digambarkan dalam bentuk diorama didalam hutan dimana terowongan Cu Chi  berada dan dibuat bagi peserta tour khusus untuk wisatawan manca negara. Terowongan berfungsi sebagai &#8216;bunker&#8217; alias tempat berlindung, disaat ada serangan lawan baik didarat maupun dari pesawat tempur dan helikopter diudara. Dalam diorama ada juga yang menggambarkan gerilyawan VC yang sedang berkomunikasi dengan HT, mencatat pesan dst.</p>
<p>Pada kesempatan tour ke Cu Chi tunnel itu saya berkesempatan membidik target berupa gambar kijang dengan bulatan merah yang harus tepat ditembak. Setiap orang dipersilakan memilih senjata apa yang mau dipakai : M16, AK 47 atau lainnya  seperti revolver. Saya pilih M 16 dan dengan mengenakan penutup telinga kanan dan kiri serta dibantu instruktur, maka mulailah acara menembak yang mendebarkan jantung itu. Suara yang ditimbulkan sangat keras melebihi  100 (seratus) decibell sehingga seringkali membuat saya terhentak dan terkejut. Sungguh unforgetable experience bagi saya.</p>
<p>Rasa sedih dan amat memilukan sangat terasa ketika berkunjung ke museum perang Viet Nam yang oleh kebanyakan orang Viet Nam disebut American War. Sedangkan orang Amerika dan dunia umumnya menyebut perang itu Vietnam War. Berbagai persenjataan yang digunakan, baju-baju prajurit baik prajurit Nam maupun prajurit AS, foto-foto Presiden Ho, Perdana menteri Viet Nam masa itu dan pejabat AS termasuk Presiden Eisenhower serta menteri luar negeri Henry Kissinger. Kebanyakan foto dalam hitam-putih, hanya satu-dua yang berwarna.</p>
<p>Paling mengesankan adalah foto-foto &#8216;humanity&#8217; dimana begitu banyak korban perang yang disebabkan penggunaan senjata kimia seperti &#8216;orange explosion&#8217;. Bayi lahir tanpa tangan dan kaki seperti ekses obat tidur thalidomide yang sudah dilarang produksi dan pemakaiannya, otak yang tersembul keluar batok kepala, hydrocephalus, kaki bengkok dan aneh termasuk juga retardasi mental yaitu orang dengan muka Down syndrome, dll. Banyak orang tua Vietnam yang menjadi depressi berat dan mengalami gangguan jiwa sampai saat ini.</p>
<p>Belum lagi foto luka borok berdarah, badan jenazah yang berkeping-keping berlumuran darah, serta seorang serdadu AS yang mengangkat potongan kepala berdarah dengan rambut yang terjuntai&#8230; Very sadistic panorama, jauh lebih keji dibanding kehidupan penjara Guantanamo yang sering disebut Gitmo. Nam war lebih mirip kehidupan  dizaman jahilliyah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/war-remnant-museum-di-ho-chi-minh-city-mengingatkan-kembali-pada-kekejaman-perang-vietnam-dengan-senjata-kimianya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Singapore, kelihatan letih dan semakin banyak Filipinos dinegara pulau tersebut</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/singapore-kelihatan-letih-dan-semakin-banyak-filipinos-dinegara-pulau-tersebut</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/singapore-kelihatan-letih-dan-semakin-banyak-filipinos-dinegara-pulau-tersebut#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 12:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/singapore-kelihatan-letih-dan-semakin-banyak-filipinos-dinegara-pulau-tersebut</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu saya baru kembali dari Singapore, pusat belanja turis dari Indonesia. Kunjungan saya kali ini kesana sudah lama direncanakan. Tiket Air Asia-pp sudah saya beli sejak November 2008. Saya sudah ancang-ancang untuk keluar dari rutinitas sehari-hari minimal 6 bulan sekali. Maklum, raga ini perlu istirahat agar setiap organ didalam tubuh saya berdurasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" title="Ungu Loreng" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/05/ungu.jpg"><img alt="Ungu Loreng" src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2009/05/ungu.thumbnail.jpg" /></a>Beberapa hari yang lalu saya baru kembali dari Singapore, pusat belanja turis dari Indonesia. Kunjungan saya kali ini kesana sudah lama direncanakan. Tiket Air Asia-pp sudah saya beli sejak November 2008. Saya sudah ancang-ancang untuk keluar dari rutinitas sehari-hari minimal 6 bulan sekali. Maklum, raga ini perlu istirahat agar setiap organ didalam tubuh saya berdurasi lama alias long lasting.</p>
<p>Sesampai di Changi Airport, saya berubah pikiran. karena saya mulai menghitung harga-harga di Singapore dan membandingkannya dengan harga counterpartnya di Malaysia. Belum lagi mengingat kurs rupiah ke dollar Singapore dan membandingkannya dengan kurs rupiah ke Ringgit.</p>
<p>Alhasil, dari bandara Changi saya naik taxi ke  Bugis Street, dimana tersedia banyak bus tujuan Johor Bahru. Dengan ongkos 2,4 dollar Sing dan ditempuh dalam kurang dari satu jam, sampailah saya di Johor Bahru yang disingkat dengan JB.</p>
<p>JB tampak cantik dengan gedung-gedung modern, dan terletak ditepi pantai yang indah. Perbatasan Singapore dan JB adalah Woodland, tempat imigrasi bila memasuki wilayah Singapore. Sedangkan Bandar Sultan Iskandar adalah imigrasi saat memasuki wilayah Malaysia di JB.</p>
<p>Sedikit repot dengan mengisi formulir saat memasuki satu negara, seperti yang saya rasakan saat bepergian dari Hongkong ke Shenzen diwaktu yang lalu. Di Shenzen malahan semua pendatang baru diharuskan untuk diambil potret wajah layaknya pasfoto. Mungkin sebagai antisipasi terhadap terroris yang ditakuti memasuki China.</p>
<p>Makanan di JB yang terbaik menurut saya adalah Nasi Briyani dengan kare ayam. Harganya 9 ringgit, plus teh tarik 2 ringgit. Dengan 11 ringgit alias 33 ribu rupiah terasa makan siang itu sangat memuaskan.</p>
<p>Bandingkan dengan harga makanan di Singapore. Saya mencari makanan yang agak berselera Indonesia di jalan Pisang, berdekatan dengan Arab Street di Singapore. Tahu goreng telur yang dibuat bentuknya tinggi, seperti tumpeng dan nasi putih harganya 6 dollar Singapore atau sama dengan 45 ribu rupiah. Ada pepes ikan, pisang goreng, dst semuanya makanan khas Indonesia yang diolah secara modern.</p>
<p>Pemilik restoran adalah seorang hajjah, warga Singapore. Restoran ini ternyata begitu populer diantara penduduk muslim di Singapore. Tak henti-hentinya penumpang yang naik dan turun kendaraan dijalan Pisang yang relatif sempit dan tidak seberapa panjang yang tampak tegak lurus dengan Victoria Street.</p>
<p>Diseberang jalan Pisang tampak toko-toko yang menjual ikan asin, kacang-kacangan, kerupuk mentah dan semua jenis makanan kering lainnya. Dari pengamatan saya, para penjual disekitar situ airmukanya tampak tidak ceria, tidak happy dan terkesan flat seperti menghadapi masa suram. Tidak sekalipun saya melihat orang disana yang tersenyum. Semuanya  bermuka murung, tampak letih..</p>
<p>Sampailah saya di sepanjang Orhard Road, disini masih banyak orang asing yang berseliweran dari berbagai negara : Australia, Eropa dan Amerika. Sebagian adalah expatriat yang bekerja di Singapore. Disekitar Orchard Road ini kondisi ekonomi yang mengalami resesi tidak begitu tampak dari air muka orang-orang yang berlalu-lalang. Akan tetapi toko-toko meskipun banyak orang yang masuk, kebanyakan hanya melihat-lihat, tanpa membeli barang.  Business terlihat sepi..</p>
<p>Pada satu pertokoan Lucky Plaza yang terletak berdekatan dengan Mount Elizabeth Hospital, ada keadaan baru yang belum saya lihat sekitar satu tahun yang lalu yaitu toko-toko dikelola oleh orang-orang Filipina dengan bahasa tagalog-nya. Mereka bukan sebagai pekerja, akan tetapi pengelola bisnis.</p>
<p>Satu kemajuan besar bagi bangsa Filipina yang bisa ber-expansi bisnis sampai ke Singapore. Mereka bukan lagi tenaga kerja yang mengandalkan tenaganya saja. Akan tetapi saat ini mereka sudah punya modal dan menjadi pemilik atau pengelola satu kegiatan bisnis di areal terpandang di Singapore. Kapan kita bisa seperti itu ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/singapore-kelihatan-letih-dan-semakin-banyak-filipinos-dinegara-pulau-tersebut/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barelang, Jembatan cantik di Batam yang diprakarsai mantan Presiden Habibie</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/barelang-jembatan-cantik-di-batam-yang-diprakarsai-mantan-presiden-habibie</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/barelang-jembatan-cantik-di-batam-yang-diprakarsai-mantan-presiden-habibie#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Oct 2008 05:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/barelang-jembatan-cantik-di-batam-yang-diprakarsai-mantan-presiden-habibie</guid>
		<description><![CDATA[Bila San Francisco terkenal dengan jembatannya yang disebut &#8216;Golden Gate&#8217;, dan duplikat jembatan iniÂ sudah ada di Palangka Raya. Maka di Batam sudah sangat termasyhurÂ kemolekannya jembatan Barelang.Â Berkunjung ke Batam bagi saya sudah berulangkali. Sejak tahun 1999, saya sudah menginjakkan kaki berkali-kali di pulau industrial bracket dan bebas pajak yang tersohor itu.
Bila pada kali pertama saya kesana, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-dscn0786.JPG" title="Hotel"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-dscn0786.thumbnail.JPG" alt="Hotel" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-rotation-of-rscn0615.JPG" title="Barelang 2"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-rotation-of-rscn0615.thumbnail.JPG" alt="Barelang 2" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-dscn0545.JPG" title="Barelang 1"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/10/resize-of-re-exposure-of-dscn0545.thumbnail.JPG" alt="Barelang 1" /></a>Bila San Francisco terkenal dengan jembatannya yang disebut &#8216;Golden Gate&#8217;, dan duplikat jembatan iniÂ sudah ada di Palangka Raya. Maka di Batam sudah sangat termasyhurÂ kemolekannya jembatan Barelang.Â Berkunjung ke Batam bagi saya sudah berulangkali. Sejak tahun 1999, saya sudah menginjakkan kaki berkali-kali di pulau industrial bracket dan bebas pajak yang tersohor itu.</p>
<p>Bila pada kali pertama saya kesana, pulau Batam terkesan masih sunyi, maka kali terakhir pada liburan Lebaran di bulan Oktober ini terasa jauh berbeda. Jalanan sudah sedemikian ramai dengan kendaraan. Baik roda-4, sepeda motor, roda -3 semuanya berseliweran dijalan-jalan raya Batam yang mulai hiruk-pikuk.</p>
<p>Malah terkesan mulai macet terutama pada persimpangan /simpang empat : simpang jam didepan RS. Awal Bros Batam, simpang kearah Bandara Hang Nadim dan juga simpang Baloi View yang menuju ke jembatan Barelang dan pantai Nongsa.<span id="more-323"></span></p>
<p>Kata Barelang adalah kependekan dari tiga nama pulau, yaitu : Batam, Rempang dan Lengkang karena jembatan tersebut memang menghubungkan ketiga pulau kecil nan indah mempesona. Laut disekitar jembatan Barelang tampak jernih, biru-kehijauan, dengan sejumlah pulau-pulau kecil dan sangat kecil yang tidak berpenghuni. Gugusan pulau ini menyerupai kepulauan Seribu dilepas pantai teluk Jakarta.</p>
<p>Jembatan Barelang saat hari Raya Lebaran kemarin penuh sesak dikunjungi warga, baik dari Batam sendiri maupun warga luar, termasuk dari Singapore dan Malaysia. Jembatan yang seharusnya lapang, menjadi sempit karena kerumunan warga dikiri-kanan jembatan. Tidak ketinggalan para pedagang makanan turut meramaikan suasana dengan sate udang, kepiting goreng, dst. Abang bakso, tukang sate, tukang mie ayam semuanya ada disana.</p>
<p>Udara laut yang berhembus terasa sangat menyegarkan. Dibandingkan udara di kamar hotel yang ber-AC. Mau rasanya berlama-lama menghirup udara bersih dan sehat itu. Hanya karena terik matahari yang sangat menyengat dan hampir membakar kulit, saya terpaksa masuk kedalam mobil. Tidak bosan-bosannya saya memandangi laut biru dengan panorama pulau yang berderet indah.</p>
<p>Kawasan industri terpadu di pulau Batam, saat ini sudah dipenuhi dengan berbagai pabrik elektronik, manufaktur, dll dan telah beraktivitas normal. Tampak bus-bus pariwisata yang keluar-masuk kawasan. Kebanyakan tamu berasal dari Singapore dan Malaysia yang dapat datang dan pergi dalam satu hari yang sama melalui berbagai pelabuhan ferry.</p>
<p>Ada banyak pelabuhan menuju negara tetangga seperti : Batam Center, Harbour Bay disekitar Nagoya danÂ terminal ferry diÂ Nongsa serta pelabuhan lama Sekupang. Bila anda mau ke Singapore down-town, sebaiknya melalui Harbour Bay dengan jarak tempuh hanya 45 menit. Dari Batam Center perjalanan ferry untuk tujuan sama, akan makan waktu satu jam.</p>
<p>Ini yang penting. Apabila anda punya connecting flight dari Singapore ke tempat tujuan lain seperti Bangkok, Hongkong, dll maka sebaiknya anda dari Batam menyeberang via terminal ferry Nongsa. Waktu tempuh 25-30 menit, ferry dari Nongsa akan merapat di areaÂ Tanah Merah, Singapore.</p>
<p>Lokasi Tanah Merah sangat dekat dengan bandara Changi International Airport. Jadi anda tidak perlu khawatir ketinggalan flight seperti yang pernah saya alami tahun lalu. Saat itu saya mengejar flight Cathay Pacific tujuan Hongkong, tetapi saya terlanjur menyeberang via Batam Center, karena belum tahu Nongsa.</p>
<p>Dari segi pertumbuhan kota, Batam terlihat sangat dinamis. Banyak plaza, shopping mall dan gedung perkantoran, perhotelan Â serta hunian yang bertebaran diseluruh penjuru kota. Shopping mall terbesar dan terbaru yaitu Nagoya Hill yang berlokasi diseberang Lucky Plaza, pusat elektronik di Batam. Mirip pertokoan Mangga Dua di Jakarta Barat.</p>
<p>Lokasi perumahan ada yang sangat indah dariÂ  segi panoramic view, yaitu Baloi View yang letaknya tinggi berbukit, dengan pandangan lepas ke laut yang tenang. Bangunannya modern minimalis, sungguh satu lokasi yang ideal, bila harus menetap dan bekerja di Batam.</p>
<p>Salah satu hotel bintang 5 yang menjadi favorit saya yaitu Hotel 89. Bangunan modern dengan lokasi ditepi jalan raya Penuin, diujung jalan dari Nagoya Center. KamarnyaÂ lapang danÂ bersih, pelayanan ramah serta lobby yang luas dengan Hot Spot bagi pengguna Laptop internet. Salah satu gambar dalam artikel ini adalah bangunan Hotel 89.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/barelang-jembatan-cantik-di-batam-yang-diprakarsai-mantan-presiden-habibie/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Some beautiful memories left from Ubud, Bali</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/some-beautiful-memories-left-from-ubud-bali</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/some-beautiful-memories-left-from-ubud-bali#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 04:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/some-beautiful-memories-left-from-ubud-bali</guid>
		<description><![CDATA[As years before, I visitedÂ  beautiful village of Ubud,Â  which located along Campuan riverÂ with lovely green treesÂ  beside the river. The road is curving, like a walking snake and you can see many artshops selling handicrafts or restaurants with manyÂ food choices, even a gallery selling paintings, ceramicsÂ  and potteries.
People in Ubud mostly are artists and [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-rscn0110.JPG" title="Ricepaddy"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-rotation-of-rscn0110.thumbnail.JPG" alt="Ricepaddy" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/penjor.jpg" title="Penjor"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/penjor.thumbnail.jpg" alt="Penjor" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/bebek-bengil.jpg" title="Bebek"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/bebek-bengil.thumbnail.jpg" alt="Bebek" /></a>As years before, I visitedÂ  beautiful village of Ubud,Â  which located along Campuan riverÂ with lovely green treesÂ  beside the river. The road is curving, like a walking snake and you can see many artshops selling handicrafts or restaurants with manyÂ food choices, even a gallery selling paintings, ceramicsÂ  and potteries.</p>
<p>People in Ubud mostly are artists and the rest are farmers, looking for their rice paddy in the field. Ubud located in the hilly place, with a medium temperature (27-28 Celcius degree)Â during day time.Â Â When you are looking for something different than beaches, then Ubud is an alternative, with so many terraces of rice fields and coconut trees.<span id="more-295"></span></p>
<p>I dropped in at the diner most famous in that area of Ubud, called Bebek Bengil in Balinese languange or Dirty Ducks in English. This resto very popular for the crispy fried duck and the rests. This is a semi-open resto, and you can sit on the chair, or you sit on the floor with a special table that is not too high from the floor, just like Japanese resto with a tatami.</p>
<p>The atmosphere Â inside the resto was so tranquilizing, with pool of lotus, little fountain that drops water rhytmically, statues, Balinese temple and offerings, and far behind lies a very green ricepaddy with cottages&#8230; What a lovely panorama as you can breath fresh pure air in that outdoor location..</p>
<p>The village of Campuan where the late famous artist Antonio Blanco from Italy and his family live, in the bank of Campuan river. He married a Balinese woman and they have children and his mansion were changed into a Gallery and Museum of Antonio Blanco.</p>
<p>Pengosekan is another village in Ubud, where the young artists used to live. And they have a very special name for their creation in paintings, called the &#8220;young artist&#8221; style This style of painting is different from any other painting styles, in which this young artist style will not using the perspective rule as : &#8216;the farther the object, the smaller you draw it&#8217;. So, in this young artist style whatever objects far and near, the artist will draw the same details. In other words, not the bigger when the object is near, and the smaller if the object is far away. Then young artist painting is unique and cute&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/some-beautiful-memories-left-from-ubud-bali/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lovely island of Bali, the cheapest among tourist destinations</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/lovely-island-of-bali-the-cheapest-among-tourist-destinations</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/lovely-island-of-bali-the-cheapest-among-tourist-destinations#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 07:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/lovely-island-of-bali-the-cheapest-among-tourist-destinations</guid>
		<description><![CDATA[I just came back from Bali for a wedding procession of my nephew. I spent likeÂ four days enjoying Bali and its culture, and by a coincidence those days were the holy days for the Balinese which is called Galungan.
Galungan will return in every other 210 days orÂ six Balinese-months. In that very special day, the Balinese [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-dscn9902.JPG" title="COCO"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-dscn9902.thumbnail.JPG" alt="COCO" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-dscn9837.JPG" title="MITA"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-dscn9837.thumbnail.JPG" alt="MITA" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/resize-of-re-exposure-of-dscn9902.JPG" title="KELAPA"></a>I just came back from Bali for a wedding procession of my nephew. I spent likeÂ four days enjoying Bali and its culture, and by a coincidence those days were the holy days for the Balinese which is called Galungan.</p>
<p>Galungan will return in every other 210 days orÂ six Balinese-months. In that very special day, the Balinese believe that the day was a victory day against the devils and other bad habits and bad human characters that we have to avoid from.</p>
<p>People in Bali have a philosophy of : &#8217;see no evil, speak no evil and hear no evil&#8217; and the sculptors in Ubud have made the statue of theÂ three monkeys that acting those three forbidden bad habits that people used to do. I love to see the funny statue made from ebony wood. And lots of tourists from all over the world enjoy everything made in Bali.<span id="more-285"></span></p>
<p>Tourists flooding to Bali, especially this month of August, this is the peak season for tourism in Bali. Hotel rooms were all fully booked and fully occupied, so that I could not get a single room for myself. Fortunately, I have relativesÂ where Â I could stay for a while.</p>
<p>I&#8217;ve met one Italian gentleman said that he has been to Bali for twenty times, in more thanÂ three years. He almost visit in every other two months time to the island. I was stunned and asked, why ? And the answer was because everything in Bali so cheap, comparing to any other tourist destination in the whole world.</p>
<p>Cheaper than the prices in so many places such as Bangkok, Hongkong, Macau, Taiwan, China, Malaysia, Singapore, TahitiÂ  you name it&#8230;</p>
<p>Many souvenirs from and made in Bali like : bed covers, pillow sheaths, paintings, statues, accessories, garments, bags, shoes, handicrafts, home appliances and even furnitures and gates or parts of the house made in woodcarvingÂ do really very cheap.</p>
<p>Because of that reason, tourism in Bali hardly lifting the socio-economic status of its people. Balinese still struggle for their lives, earning not enough money from tourism for their family&#8230; It is time for the Indonesian government to re-evaluate the policy made for developing tourist industry especially in Bali.Â </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/lovely-island-of-bali-the-cheapest-among-tourist-destinations/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>L&#8217;escargot makanan khas Prancis, di Tanjungpinang disebut &#8216;gonggong&#8217;</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/lescargot-makanan-khas-prancis-di-tanjungpinang-disebut-gonggong</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/lescargot-makanan-khas-prancis-di-tanjungpinang-disebut-gonggong#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 09:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/lescargot-makanan-khas-prancis-di-tanjungpinang-disebut-gonggong</guid>
		<description><![CDATA[Anda pernah menikmati makanan khas Prancis yang sangat terkenal yaitu l&#8217;escargot? Tidak usah jauh-jauh terbang ke Eropa dinegara dimana menara Eiffel tegak dengan cantik dan anggun yaitu tepatnya dikota Paris, cukup ke pulau Bintan persisnya dikota Tanjungpinang yang belum lama ini saya kunjungi.
Pada 1992 saat saya menjalani training hematology di Rotterdam, saya pergi ke Paris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/gonggong.jpg" title="Gonggong"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/08/gonggong.thumbnail.jpg" alt="Gonggong" /></a>Anda pernah menikmati makanan khas Prancis yang sangat terkenal yaitu l&#8217;escargot? Tidak usah jauh-jauh terbang ke Eropa dinegara dimana menara Eiffel tegak dengan cantik dan anggun yaitu tepatnya dikota Paris, cukup ke pulau Bintan persisnya dikota Tanjungpinang yang belum lama ini saya kunjungi.</p>
<p>Pada 1992 saat saya menjalani training hematology di Rotterdam, saya pergi ke Paris dengan kereta api Belanda yang bersih dan nyaman. Saat itu weekend, lumayan untuk jalan ke kota yang sangat indah dan paling cantik arsitektur gedung-gedungnya di seantero Eropa yaitu Paris.</p>
<p>Kota ini sangat lekat dengan segala sesuatu yang indah dan artistik, bukan hanya mode, parfum, dan museum yang bertebaran dan salah satunya adalah Louvre, gedungnya seluruhnya terbuat dari kaca dengan design futuristik dan sangat modern. Paris juga terkenal dengan makanan l&#8217;escargot yang unik dan tiada duanya. Apa itu l&#8217;escargot?<span id="more-278"></span></p>
<p>Dari kata Prancis, l&#8217;escargot artinya siput atau bekicot atau keong atau kerang dalam bahasa kita. Restoran disana memasang harga mahal untuk satu porsi makanan ini. Saat itu belum berlaku mata uang Euro seperti sekarang, tetapi Franc. Kalau di kurs dengan rupiah, rasanya saat itu harganya 300 ribu rupiah satu piring.</p>
<p>Cara memasak di Paris, l&#8217;escargot dimasukkan kedalam tungku perapian dengan bara api yang panas. Kemudian dibolak-balik menggunakan alat seperti &#8217;skop&#8217; -untuk menggali pasir- dengan tangkai kayu yang cukup panjang. Kepala skop terbuat dari sejenis metal yang tahan panas. Bila sudah masak, keong-keong itu akan diambil dengan skop, lalu langsung dituangkan kedalam piring saji.</p>
<p>Segalanya : atraksi memasak keong, tungku api dan semua peralatan yang digunakan berada direstoran bagian depan, sehingga tamu-tamu pengunjung resto bisa langsung melihat proses pembuatan l&#8217;escargot yang mereka pesan dan akan disantapnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama para turis manca negara.</p>
<p>Cara makan l&#8217;escargot cukup unik dan ribet, kalau ngggak bisa ngeluarin daging dari cangkangnya. Saya mesti dibantu waiter yang menusuk daging dengan alat tusuk khusus, seperti tangkai sendok yang panjang, terbuat dari plastik. Salah pegang, cangkang beserta isinya meloncat keluar piring dan meja&#8230; Sehingga akan heboh dan menjadi tontonan bagi pengunjung resto yang lain. Ketahuan belum pernah dan baru pertama kali makan l&#8217;escargot..</p>
<p>Gonggong di Tanjungpinang adalah kerang laut yang direbus, kemudian dihidangkan dalam piring dengan pelengkap sambal tauco plus kecap dan sedikit cuka. Kerang dihidangkan lengkap dengan rumah atau cangkangnya. Cara makannya sedikit agak repot, yaitu anda harus pandai mencari ujung kakinya yang keras berlapis zat tanduk atau chitine. Kaki ini harus ditarik sehingga seluruh isi cangkang yang berupa daging bisa kita santap dengan sebelumnya dicelupkan dulu kedalam sambal yang disediakan.</p>
<p>Pengalaman saya, menikmati gonggong di Tanjungpinang negeri sendiri jauh lebih mudah dan sangat murah dibandingkan l&#8217;escargot di kota metropolitan Paris nun jauh di Eropa sana. Au Revoir, Paris&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/lescargot-makanan-khas-prancis-di-tanjungpinang-disebut-gonggong/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Penyengat, tempat makam penulis Gurindam Duabelas</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/pulau-penyengat-tempat-makam-penulis-gurindam-duabelas</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/pulau-penyengat-tempat-makam-penulis-gurindam-duabelas#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 11:52:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/pulau-penyengat-tempat-makam-penulis-gurindam-duabelas</guid>
		<description><![CDATA[Pernah anda mendengar &#8216;Gurindam duabelas&#8217; ? Merupakan tulisan seperti syair yang ditulis dalam duabelas pasal. Penulisnya adalah Raja Ali Haji, seorang penyair yang menjadi sahabat serta orang kepercayaan raja Melayu saat itu.
Raja Melayu itu beserta permaisurinya dimakamkan di dataran tinggi pulau Penyengat. Demikian pula sang penyair, Raja Ali Haji dimakamkan didalam satu kompleks makam dipulau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9101.JPG" title="PENYENGAT"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9101.thumbnail.JPG" alt="PENYENGAT" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-dscn9085.JPG" title="PENYENGAT 4"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-dscn9085.thumbnail.JPG" alt="PENYENGAT 4" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-dscn9103.JPG" title="PENYEGAT 3"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-dscn9103.thumbnail.JPG" alt="PENYEGAT 3" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9108.JPG" title="PENYENGAT 2"></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9083.JPG" title="PENYENGAT 1"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9083.thumbnail.JPG" alt="PENYENGAT 1" /></a>Pernah anda mendengar &#8216;Gurindam duabelas&#8217; ? Merupakan tulisan seperti syair yang ditulis dalam duabelas pasal. Penulisnya adalah Raja Ali Haji, seorang penyair yang menjadi sahabat serta orang kepercayaan raja Melayu saat itu.</p>
<p>Raja Melayu itu beserta permaisurinya dimakamkan di dataran tinggi pulau Penyengat. Demikian pula sang penyair, Raja Ali Haji dimakamkan didalam satu kompleks makam dipulau itu bersama-sama raja dan permaisuri. Dimana letak pulau Pemyengat ?<span id="more-238"></span></p>
<p>Pulau kecil yang berpenduduk ribuan orang ini, terletak 15 menit dengan perahu motor didepan pelabuhan Tanjung Pinang. Dari kejauhan sudah terlihat bangunan berwarna kuning, yangÂ setelah didekati berupa Mesjid Raya yang konon katanya semua temboknya dilapisi/diwarnai dengan kuning telor ayam atau telor bebek. Jadi seluruhnya tampak kuning bersinar persis warna kuning telor.</p>
<p>Banyak orang khusus datang kesana untuk memanjatkan do&#8217;a dan memohon kehadapan Allah SWT. Pengunjung berasal dari dalam dan luar negeri, seperti : dari Jakarta, Jambi, Medan, Padang, Bukittinggi, Pekanbaru, Batam, KalimantanÂ dan juga dari Â Melaka dan Johor Bahru. Mukena dan sajadah disediakan disana dan dipakai bergiliran. Atau ada yang membawa sendiri peralatan sholat, yang lalu dipinjamkan ke pada siapa saja yang memerlukan.</p>
<p>Untuk mencapai kompleks makam, kita dapat berjalan kaki atauÂ numpang becak motor seperti kendaraan yang ada di kota Medan. Jalannya sempit danÂ menanjak Â serta berkelok-kelok dengan rumah penduduk dikiri-kanan jalan. Masih tampak peninggalan kompleks Istana dengan temboknya yang tinggi, yang sunyi sepi dimakan waktu..Â Â Â Â Â </p>
<p>Selain makam dan Istana, juga ada bangunan semacam balai rakyat dengan arsitektur Melayu dan juga rumah-rumah panggung, yang dibangun ditepi pantai sebagai tempat tinggal para nelayan. Sekilas saya mendapat kesan, penduduk pulau Penyengat tampak bersih, ceria dan rata-rata bergizi cukup baik. Para ibu dengan busana muslim yang indah, berombongan ketempat pengajian dan anak-anak bermain dengan riang-gembira. Meski dipulau kecil, kehidupan mereka sama dengan penduduk pulau Bintan.</p>
<p>Ada lagi yang menarik dari pulau kecil ini, yaitu buah cempedak yang aromanya wangi menggugah selera itu, sangat banyak dijumpai dipulau kecil ini. Wanginya kemana-mana tertiup angin laut yang menyegarkan..Â Â  Wuih, pengin rasanya segera mencicipi buahnya yang manis dan lezat itu. Cuma sayang, daging buah cempedakÂ sangat tipis dibandingkan daging buah nangka, sehingga kurang puas rasanya mencicipi buah itu..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/pulau-penyengat-tempat-makam-penulis-gurindam-duabelas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pantai Sedona dan Lagoon beach yang memukau di pulau Bintan</title>
		<link>http://www.sukmamerati.com/pantai-sedona-dan-lagoon-beach-yang-memukau-di-pulau-bintan</link>
		<comments>http://www.sukmamerati.com/pantai-sedona-dan-lagoon-beach-yang-memukau-di-pulau-bintan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 04:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dr. Sukma</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sukmamerati.com/pantai-sedona-dan-lagoon-beach-yang-memukau-di-pulau-bintan</guid>
		<description><![CDATA[Selama 3 hari, weekend yang baru lewat, saya berkesempatan melihat dari dekat pulau Bintan dengan ibukotanya Tanjung Pinang. Pulau ini sangat berdekatan dengan Johor Bahru di Malaysia danÂ pelabuhan Harbour Front diÂ Singapore.
Dengan jarak tempuh lebih kurang satu jam dari Singapore, maka sangat masuk akal, apabila disetiap weekend, pulau Bintan dikunjungi turis mancanegara terutama Singapore dan Malaysia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-rotation-of-rscn9004.JPG" title="OUTLET"></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9018.JPG" title="PAYUNG PANTAI"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9018.thumbnail.JPG" alt="PAYUNG PANTAI" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/batu.jpg" title="BATU"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/batu.thumbnail.jpg" alt="BATU" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9029.JPG" title="SANDARAN"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/resize-of-re-exposure-of-dscn9029.thumbnail.JPG" alt="SANDARAN" /></a><a rel="lightbox" href="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/bikini.jpg" title="BIKINI"><img src="http://www.sukmamerati.com/wp-content/uploads/2008/07/bikini.thumbnail.jpg" alt="BIKINI" /></a>Selama 3 hari, weekend yang baru lewat, saya berkesempatan melihat dari dekat pulau Bintan dengan ibukotanya Tanjung Pinang. Pulau ini sangat berdekatan dengan Johor Bahru di Malaysia danÂ pelabuhan Harbour Front diÂ Singapore.</p>
<p>Dengan jarak tempuh lebih kurang satu jam dari Singapore, maka sangat masuk akal, apabila disetiap weekend, pulau Bintan dikunjungi turis mancanegara terutama Singapore dan Malaysia. Disamping banyak jugaÂ turis orang Eropa dan Amerika yang bekerja di Singapore dan Malaysia.</p>
<p>Pantai Sedona dan Lagoon beach berjarak lebih kurang 100 km dari Tanjung Pinang. Apa daya tarik pulau Bintan ? <span id="more-228"></span></p>
<p>Pertama, alamnya terutama pantai putihnya yang berupa butiran pasir sangat halus berwarna putih bersih, seperti tepung sagu atau tapioka. Kalau diinjak dengan kaki telanjang/tanpa alas kaki Â rasanya lembut, seperti menginjak karpet dan tidak ada rasa tertusuk seperti biasanya bila kita menginjak pasir pada umumnya.</p>
<p>Kedua lautnya yang biru bergelombang tenang dengan deretan batu-batu besar alami yang teronggok begitu saja sejak ratusan tahun yang lalu, mirip batunya si Malin Kundang dipantai kota Padang, Sumatera Barat. Meski sesekali gelombang pasang, batu-batuan tersebut tetap tegak menghiasi pantai sedona nan indah..</p>
<p>Ketiga disepanjang pantai telah berdiri resort hotel bertaraf international, berbintang lima dengan management tenaga professional dari timur tengah dan Korea.Â Fasilitas serba lengkap, semua ada disana : lapangan golf yang cantik dengan caddy dan golf car juga ada pool disamping lapangan rumput hijau yang berkelok-kelok rapih dan artistik.</p>
<p>Kolam renang, sauna, gymnasium, spa, volley pantai, restoran berkelas dengan grill dan barbequeÂ serta apa saja yang biasa kita temukan di hotel Jakarta dan Bali, sudah lengkap ada di Bintan. Room ratenya mungkin yang masih terasa mahal, dibandingkan Bali akan tetapi lebih murah dibandingkan hotel bertaraf sama di Singapore.</p>
<p>Pantai Sedona dan Lagoon beach ternyata merupakan tempat eksklusif, semacam &#8216;private property&#8217;. Tidak sembarang orang boleh lewat dan berjalan-jalan dipantai yang dijaga ketat banyak satpam tersebut. Dipintu gerbang, disepanjang pantai, kolam renang, lapangan golf, dst sudah pasti ada security yang mengawasi. Hanya mereka yang menginap dan terdaftar dalam buku tamu hotel yang bisa menikmati keindahan disana. Tidak seperti pantai di Bali, dimana setiap orang boleh lewat dan duduk-duduk menikmati sunset di pantai Kuta yang tersohor ke manca negara.</p>
<p>Rumah-rumah penduduk diatur sedemikian rupa, tidak boleh semaunya membangun rumah dekat resort hotel. Perumahan penduduk letaknya puluhan kilometer jauhnya dari pantai indah tersebut. Sayangnya, bila malam tiba lampu jalanan hanya 1-2 yang menyala ditambah tidak adanya marka jalan/petunjuk arah. Hal ini tentu akan sangat menyulitkan bagi orang yang baru datang ke pulau Bintan, bisa nyasar kemana-mana.</p>
<p>Lokasi eksklusif seperti ini mirip di Tanjungsari, Sanur atau Bali Oberoi dipantai seminyak, Kuta. Hanya bus-bus hotel yang bersliweran membawa tamu masuk atau keluar lokasi resort hotel..</p>
<p>Ada satu makanan khas Tanjung Pinang yang disebut &#8216;gonggong&#8217;. Sejenis kerang laut yang dimasak, lalu dihidangkan diatas piring lengkap dengan cangkangnya. Bila ingin makan dagingnya, cari dulu ujung kakinya yang keras seperti bahan tanduk/chitine. Bagian keras ini kita tarik, maka akan keluar semua daging kerang penghuni cangkang yang kemudian dicelupkan kedalam sambal yang disediakan. Setelah cukup bumbu sambal taoco sesuai selera, langsung dikunyah dan dilahap, hmm&#8230; lezat nian rasanya.</p>
<p>Bersama artikel ini diselipkan beberapa gambar dari pantai sedona serta factory outlet yang menjual garment, berada dipinggir pantai Lagoon beach.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sukmamerati.com/pantai-sedona-dan-lagoon-beach-yang-memukau-di-pulau-bintan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
