Archive for the ‘Life’ Category
Saya sebagai dokter sebenarnya sangat bangga terhadap anak muda generasi penerus bangsa. Bayangkan blog saya sebagai media tanya-jawab dibidang kesehatan lumayan banyak dibanjiri berbagai pertanyaan seputar kesehatan, termasuk sub bagian kesehatan reproduksi dengan segala macam permasalahannya. Mulai dari keputihan, terlambat haid, kista ovarium, mioma uteri, dan lain lain.
Saya bangga bahwa generasi penerus sudah sedemikian melek dibidang IT termasuk penggunaan internet dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang saya diberitahu link yang membahas tentang judul posting saya atau permasalahan menyangkut soal topik tersebut lebih jauh.
Padahal saya kalau menjawab, pastilah dengan referensi buku-buku kedokteran atau text book yang sudah berumur atau diterbitkan paling muda 3 (tiga) tahun lalu. Saya jadi malu dan ada rasa khawatir, jangan-jangan apa yang saya uraikan sudah out of date dibandingkan dengan bacaan anak muda sekarang dari blog-blog semacam yang khusus membahas satu topik secara sangat mendalam…
Termasuk dalam sexologi, dimana kawula muda seringkali menanyakan masalah ‘petting’ kepada saya. Awalnya saya kebingungan apa yang dimaksud dengan satu kata yang masih sangat asing bagi saya.. Terus terang, pada saat saya muda dulu apalagi ketika remaja, kita semua belum pernah mendengar apalagi melakukan praktek apa yang disebut petting itu…
Namun, dari beberapa pertanyaan itu ada juga yang menjelaskan apa yang dimaksud dengan petting. Yaitu menggosok-gosokkan alat kelamin masing-masing, laki-laki dan wanita tanpa melepaskan celana dalam atau bahkan masih memakai celana jeans… Wah bagi saya pribadi itu sangat membingungkan, apakah hal itu merupakan indikator satu kemajuan atau kemunduran dibidang sexologi? Silahkan anda jawab sendiri.
Terlebih dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi yang begitu pesat, maka hampir setiap orang pemakai handphone (HP) akan otomatis menjadi kamerawan atau kamerawati yang akan mengabadikan moment-moment yang dianggap penting dan harus diabadikan dalam kamera baik dalam bentuk still photo maupun gambar video yang bergerak..
Maka jadilah gambar-gambar video yang heboh dan sangat menggemparkan republik kita ini. Bahkan Presiden SBY di Istana Cipanas -meskipun belum melihat video mesum Luna Maya-Ariel-Cut Tary- memerintahkan agar diusut tuntas dan segera diberikan sanksi tegas kepada para pelaku maupun pengedar video yang sudah sangat meresahkkan masyarakat.
Bagaimana tidak meresahkan? Bahkan masyarakat luar Indonesia termasuk si bintang sex Miyabi dan bahkan Paris Hilton yang sering gonta-ganti pacar termasuk pernah pacaran dengan Cristiano Ronaldo striker Portugal di Piala Dunia 2010 juga penasaran pengin tahu siapa si ‘peterporn’ itu.
Tidak kurang dari Dr. Boyke juga memberi komentar bahwa si pelaku mirip ‘Ariel’ itu ternyata jagoan dibidang sex layaknya sekualitas seorang gigolo. Mungkin setara atau lebih dibandingkan pemeran ‘Cowboys in Paradise’ dipantai Kuta-Bali yang heboh belum lama ini..
Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, kenapa video mesum seperti itu sedemikan luas dan bebasnya menyebar keseluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali remaja dan anak-anak dibawah umur. Terutama mereka yang menggunakan handphone BB atau handphone lain yang berkamera, karena diberikan orang tua mereka dari golongan the haves.
Menjadi kerja tambahan bagi para guru untuk melakukan sweeping dan pemeriksaan HP masing-masing anak didiknya. Tindakan menggeledah HP seperti itu sangat membuat trauma secara psikologis bagi anak-anak yang belum mengerti. Kenapa mereka harus diperiksa paksa seperti itu. Apa salah mereka, padahal kesalahan ada pada pelaku pemeran video panas, lalu yang meng-upload pertama kali ke internet dan yang ikut menyebar-luaskan via teknologi blue tooth yang sudah sedemikian canggihnya.
Persoalan jadi berlanjut dan berkepanjangan, meluas kemana-mana tatkala si pelaku pemeran video mesum ini tidak berkata jujur dengan tidak mengakui bahwa benar, merekalah yang ada dalam video yang konon berdurasi 2, 6 dan 8 menit tersebut.
Alangkah kecil jiwa ketiga pelaku dan boleh dibilang pengecut, karena tidak mau berterus terang. Bukankah dengan berterus terang semuanya akan menjadi dingin, cooling down. Jangan tunggu sampai terjadi perusakan dan pembakaran rumah ketiga pemeran oleh organisasi massa.
Harus diingat bahwa street justice biasanya bersifat anarchis, barbar dan tidak mengikuti norma-norma hukum didalam kantor dan sangat berpotensi menimbulkan chaos. Jujur dan berterus terang akan mempercepat penyelesaian dan menghemat energi bangsa yang sudah loyo ini.
Kasihan para tetangga yang jadi sangat terganggu dan tidak bisa hidup normal, gara-gara ulah mereka. Katanya bintang papan atas negeri ini? Dimana jiwa kesatriamu? Sebagai duta pangan dari badan organisasi PBB bidang pangan World Food Program ( WFP), sebaiknya Luna mengaku saja bahwa itu kesalahan terbesar yang terjadi dalam hidupnya.
Berkelit berkilah dan tidak berkata jujur hanya akan memperpanjang urusan, mempersulit masalah dan memperberat hukuman yang akan dijatuhkan kepada masing-masing : Luna, Ariel dan Cut Tary…
Dan ketiganya cepat-cepat minta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia dan masyarakat dunia akibat perbuatan mereka, ketentraman dan kenyamanan hidup menjadi sangat terusik..
Karena anak kecilpun pasti tahu dan mengenal sangat familier muka-muka pemeran video panas adalah benar Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tary adanya… Mereka adalah penggemar band Peterpan dan acara musik Dahsyat yang setiap hari tayang di layar teve. Juga ibu-ibu penggemar tayangan infotainment seperti ‘Insert’ yang pasti hafal muka Cut Tary… So, be honest folk… A confession is needed.
Popularity: 2%
Kaget, heran sambil berdecak-decak kagum dan miris melihat dan mengetahui sebegitu luasnya korupsi merajalela di negara kita ini. Bayangkan, pegawai negeri sipil golongan III A seperti Gayus Tambunan harta kekayaannya sangat fantastis… Ratusan miliard bahkan mungkin triliun. Bandingkan dengan saya sebagai dokter spesialis yang pada saat pensiun bergolongan IV D maka pensiun yang saya terima setiap bulan sampai saat ini hanyalah sebesar satu juta limaratus ribu sekian rupiah. Ibarat bumi dan langit perbedaannya dengan saudara Gayus Tambunan.
Tinggal di apartemen juga baru beberapa tahun ini. Sebelumnya saya tinggal di perumahan sederhana yang ditempati dengan cara mencicil selama limabelas tahun di lokasi Pamulang Permai. Duh, sudah dokter spesialis senior dengan pengalaman go-international kok sebegitu teganya..teganya pemerintah membayar jerih-payah saya sedemikian sangat rendah tanpa pernah memikirkan usaha, pengorbanan, ketulus-ikhlasan dalam menolong pasien terutama mereka yang tidak mampu. Sudah sekolahnya lama, ilmunya susah, pengabdian kepada masyarakat namun sepertinya semua itu tidak pernah menjadi bahan pemikiran pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan..
Korupsi itu mungkin semacam penyakit yang diturunkan. Bila orang tuanya koruptor, kemungkinan besar anak-anak serta cucunya nanti akan menjadi koruptor juga. Semakin muda generasinya maka semakin canggih caranya melakukan korupsi sehingga tingkat korupsi yang dilakukannya semakin tinggi. Boleh dikata menjadi professor dibidang korupsi terutama bila lingkungan sekitar mendukung kearah itu. Atau mungkin perlu dibuat sekolah khusus mempelajari korupsi dan cara-cara elegan dalam pelaksanaannya…
Dalam jajaran polisi semakin panjang deretan nama-nama perwira menengah (pamen), perwira tinggi (pati) dan apalagi yang akan memenuhi halaman surat kabar yang terbit, mungkinkah Kapolri juga? Belum lagi deretan nama-nama jaksa, jaksa menengah, jaksa tinggi, ataukah sampai ke Jaksa Agung juga ? Dari pihak hakim juga sama halnya dari yang paling rendah sampai ke pucuk pimpinan jugakah? Bila demikian halnya, maka posisi strategis sebagai pucuk pimpinan masing-masing institusi akan menjadi lowong, alias kosong. Karena yang menempati masing-masing posisi itu turut terlibat perkara korupsi kelas hiu…
Makin susah dan langka saja manusia jujur dalam kehidupan kita sehari-hari. Gaya hidup konsumerisme atau konsumptif sangat berperan dan menjadi pemegang peran utama dalam terjadinya korupsi sebagai budaya dalam masyarakat. Sejak bayi kita sudah dibiasakan menggunakan pampers yang bermerk, baby stroll yang mahal, susu yang harganya selangit, baju bayi merek tertentu, sepatu bayi tertentu dan lain-lain.
Setiap orang tua seolah latah dan tidak menyesuaikan dengan penghasilannya sendiri. Yang penting asal ikut mode, nggak peduli ayahnya cuma sorang tukang kayu atau pegawai negeri sipil (PNS) golongan II. Gayanya harus sama, gengsi itu penting, man… HP juga kalau bisa harus Blackberry Bold, biar sama dengan punyanya Presiden Barack Obama. Nggak peduli seseorang berada dikelas masyarakat yang mana, nampang itu penting. Maka diputarlah otak, bagaimana caranya mendapatkan semua barang berkelas itu sehingga tidak kalah sama si Polan?
Korupsi akhirnya menjadi jalan pintas bagi semua permasalahan hidup yang pelik dan harus dicarikan solusinya… Mula-mula kepengin motor, lalu mobil dan akhirnya kepingin punya Monas yang berlapiskan emas murni 24 karat itu.. Bukan hanya manusia jin-pun matre semua begitu kata sebuah iklan dilayar kaca… Untuk menggambarkan betapa konsumptifnya masyarakat kita di Indonesia ini…
Popularity: 3%
Pertama harus dijelaskan dulu, bahwa jumlah 6,7 trilliun rupiah talangan dari Bank Indonesia untuk Bank Century sampai saat ini masih ada dalam jumlah yang sama dan utuh-tidak kurang satu rupiahpun- di Bank Mutiara yang merupakan penyertaan modal pemerintah untuk Bank Century yang nyaris kolaps akibat krisis keuangan pada bulan November 2008.
Jadi kenapa mesti ribut-ribut, berdemo, membentuk Pansus dan seterusnya. Semuanya itu hanya membuang-buang energi yang semestinya energi kita semua dari rakyat kecil sampai kepada para pejabat tinggi termasuk Presiden, Wapres, para Menteri dan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) diarahkan untuk pembangunan negara kita yang tercinta ini.
Saya heran dan jadi bingung dengan perkembangan kasus bank Century yang sedemikian jauh melenceng dari tujuan semula. Pemberantasan korupsi itu sudah menjadi agenda utama dari Kabinet Indinesia Bersatu (KIB) jilid II dan tidak seorangpun dapat menyangkalnya.
Namun apa yang terjadi di Pansus Century belakangan ini menimbulkan kekhawatiran dan rasa miris saya, tatkala ajang tersebut sudah menjadi arena adu argumentasi debat kusir yang sama sekali kurang sehat dan tidak bermanfaat bagi negara. Pansus Century juga menjadi ajang pukul ibarat permainan tinju dimana masing-masing pihak berusaha meng-KO lawannya.
Persoalan negara telah berubah menjadi masalah pribadi yang dikemas sedemikian rupa sehingga kelihatannya bak ‘masalah negara’ padahal bukan. Masalah ini dalam pandangan saya- yang tidak pandai berpolitik-menjadi sarana ‘revanche’ atau balas dendam antara pengusaha Hiu dengan menteri keuangan. Terdapat intrik-intrik tidak sehat yang menggiring para pejabat tinggi negara termasuk Presiden dan Wakil Presiden menguras tenaga membuang-buang energi untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.
Ayolah, segera sadar dan bangun dari lamunan dan khayalan untuk bisa memakzulkan atau menurunkan Presiden, Wapres dan Menteri seperti skenario yang dibuat oleh orang-orang tidak nasionalis yang tidak mencintai negaranya ini. Mana ada manusia yang sempurna? Mana pula ada pejabat yang tidak pernah tersandung masalah? Asalkan dampak perbuatannya tidak membuat bangsa Indonesia collapse, tidak menenggelamkan nilai-nilai positif yang telah berhasil diraih selama ini?
Kondisi makro-ekonomi yang membaik, predikat Menteri Keuangan se-Asia Terbaik, pengangguran yang mulai menurun, kurs rupiah yang stabil dan cenderung menguat diantara mata uang asing serta kondisi Hankam yang terjaga sehingga meningkatkan minat investor berinvestasi di Indonesia, semua itu adalah nilai plus dan pencapaian yang membanggakan bagi kita semua. Semuanya dicapai oleh Presiden SBY dan para pembantunya terutama Menteri Keuangan dan Wapres Boediono.
Marilah kita belajar menghargai prestasi seseorang dan turut bergembira karena pencapaian seorang Menteri Keuangan yang begitu cemerlang dan diakui oleh dunia. Ibu Sri Mulyani Indrawati adalah pakar dibidang keuangan yang sangat disegani bahkan oleh pasar bursa NYSE di Wall Street serta tokoh keuangan di Amerika Serikat. Jangan karena sirik dan tidak bisa bersaing dibidang prestasi, kita lalu dengan enteng dan gampangnya menyebut Sri Mulyani sebagai antek Neo-liberal..
Mari kita berkompetisi secara elegant dan menjauhi fitnah dan prasangka buruk sebelum jelas-jelas terbukti salah. Alangkah indahnya dunia perpolitikan kita seandainya setiap orang dan setiap pejabat dan anggota dewan, dll. berlomba menunjukkan prestasi kerja yang akan berguna bagi peningkatan derajat hidup masyarakat luas di Indonesia dan langsung bisa dirasakan oleh masyarakat kecil dan terbawah dari bangsa Indonesia yang syukur-syukur dapat dinilai positif oleh bangsa lain.
Hentikan ‘demokrasi teaterikal’ yang tidak lebih dari adegan konyol yang memalukan dan dilihat ratusan juta rakyat sampai dipelosok-pelosok desa terpencil yang sudah ada aliran listrik dan program TV. Ibarat meludah keatas, mempermalukan diri sendiri dengan mempertontonkan dan mengajari rakyat kecil cara demokrasi yang ‘kebablasan’ tersebut. Sudah tidak ada lagi norma-norma kepatutan, etika dan sopan-santun dari yang terhormat wakil rakyat dan lain-lain yang ikut berdebat, memperdebatkan ‘pepesan kosong’. Saya malu, geram dan tidak suka menyaksikan adegan-adegan Pansus Century yang ditayangkan secara langsung itu.. Saya segera pindah channel, mending nonton acara ‘dahsyat’ yang menghibur hati saya itu.
Presenter TV One kelihatannya gembira, tersenyum dan bergairah saat membacakan berita bahwa Wapres Boediono terancam di turunkan karena temuan-temuan Pansus. Ibarat kata presenter TV One sepertinya senang dan semakin bergairah menyaksikan terpecah-belahnya masyarakat serta terpuruknya nanti negara kita Indonesia… Wahai….. dimana rasa nasionalisme anda sebagai jurnalis ?
Popularity: 4%


Belum lama akhir Desember 2009 pada saat saya harus transit di bandara Cengkareng di Jakarta dalam perjalanan berlibur ke Bali, saya mendapatkan suasana yang begitu nyaman, modern, spacious dan indah dipandang mata di kompleks bandara international Sukarno-Hatta. Konon katanya lokasi ini bekas gudang terminal 3 yang pada bagian luar menghadap ke jalan aspal bandara-bukan yang menghadap runway pesawat- masih berlumpur dan becek dikala hujan turun
Karena saya menggunakan pesawat Mandala Airlines dari Pekanbaru menuju Jakarta pada jam 7.00 pagi, maka saya tiba di Cengkareng masih pagi sekitar jam 8.30. Padahal connecting flight yang akan membawa saya ke Bali baru nanti akan take off pada jam 13.30 siang. Jadi selama beberapa jam saya sempat menikmati keindahan dan kenyamanan terminal 3 dimana khusus pesawat Air Asia dan Mandala Air yang menggunakan lokasi ini.
Arsitektur hall yang begitu modern dan melengkung tinggi, memberikan udara dan oksigen lebih banyak dibandingkan bandara yang lama. Terasa nafas menjadi lega, apalagi ditambah dengan pohon-pohon artificial yang terbuat dari plastik namun persis pohon aslinya diletakkan disana didalam pot ukuran besar yang pantas untuk besarnya pohon.
Kursi duduk penumpang yang menunggu keberangkatan diatur sedemikian rupa dengan warna-warna pastel yang chic dan modern menambah keasrian terminal 3 keberangkatan. Banyak penumpang yang membuka laptop dan mengerjakan sesuatu dengan komputer tenteng tersebut, sambil
menunggu waktu boarding masing-masing pesawat. Saya sempat membuka e-mail saya sekalian ber-face book ria. Rupanya area tersebut sudah merupakan ‘hot spot’ pengguna komputer tenteng.
Dalam hati, saya berdecak kagum dan ingin rasanya memuji pemerintah, dalam hal ini Departemen Perhubungan atas dibukanya terminal 3 keberangkatan ini yang begitu canggih. Anda bisa membeli minuman kesukaan anda Capuccino, dll dari mesin penjual minuman di bagian pinggir hall tersebut. Sedangkan kursi para penumpang diatur sedemikian rupa dibagian dalam dengan jarak ideal yang tidak terlalu rapat.
Padahal pada saat saya ke Hongkong Oktober 2008 saya belum pernah bermimpi dan tidak pernah terpikir dan membayangkan bahwa Jakarta juga bisa punya bandara yang secanggih dan senyaman Hongkong International Airport yang baru. Karena itu, pemerintahan SBY patut diacungi jempol atas prestasi ini.
Saya sebenarnya mau mengkritisi, bahwa tidak banyak yang merasakan kenyamanan dan kemodern-an bandara ini dari wajah-wajah para penumpang. Wajah mereka tampak datar saja dan ada beberapa yang wajahnya malu-malu tatkala menginjakkan kaki dan kemudian duduk dikursi menunggu boarding.
Tidak fair menurut pendapat saya, karena kebiasaan masyarakat Indonesia, tahunya hanya memprotes ini dan itu yang harganya naiklah, dst. Bisanya cuma berdemo, menyalahkan pemerintah dan para pejabat tanpa pernah sekalipun memuji keberhasilan dan prestai-prestasi yang telah dibuat bagi masyarakat luas dan mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia.
Anggapan mereka bandara itu memang wajar dan harus dibuat pemerintah dalam hal ini departemen perhubungan bagi masyarakat Indonesia yang sayangnya terkenal pandai membuat tetapi tidak pandai memelihara. Oleh karena itu mari kita lihat nanti, apakah Bandara yang indah dan modern itu bakal cepat kotor, memudar dan bahkan rusak dan tidak berbentuk lagi dalam waktu yang tidak lama…
Popularity: 5%

Breaking news beberapa stasiun TV dunia beberapa hari terakhir mengisyaratkan pemain golf profesional terhebat dan top dunia Tiger Woods akan menghilang dan absen dari turnamen golf yang digelutinya selama ini. Golf telah membesarkan nama Tiger Woods menjadi pemain yang belum terkalahkan sampai saat ini. Padahal karirnya didunia olah raga professional tersebut masih bagus-bagusnya, kenapa harus mengundurkan diri?
Pernyataan Tiger Woods dan keputusannya untuk berhenti dalam waktu yang belum ditentukan dari dunia golf berkaitan dengan kecelakaan mobil yang terjadi sekitar 2 minggu yang lalu. Woods yang sedang mengendarai kendaraan SUV telah menabrak sebatang pohon dipinggir jalan. Akibatnya mobil ringsek cukup berat, sedangkan Tiger Woods sendiri terluka ringan.
Konon kecelakaan terjadi karena adanya perselingkuhan Tiger Woods dengan seorang waitress. Tidak jelas apakah si wanita Jamie Jungers atau Rachel Uchitel beneran seorang pelayan restoran ataukah seorang caddy tempat Tiger Woods biasanya berlatih golf. Nach lho…. kalo gitu sama dong ceritanya dengan mantan ketua KPK Antasari dengan si caddy istri siri seorang direktur utama Nasrudin yang telah menjadi sasaran tembak sampai mati?
Kira-kira Tiger Woods yang meniru kelakuan Antasari atau kebetulan aja?
Konon kabarnya isteri Tiger Woods yang seorang model asal Swedia telah membeli rumah di satu pulau diluar Stockholm, ibukota Swedia. Bisa jadi buat jaga-jaga. Siapa tahu skandal Woods ini akan menghancurkan pernikahan mereka yang telah dikaruniai dua orang anak perempuan. Hitung-hitung isteri Woods bisa pulang kampung nanti ke rumah yang baru dibelinya dinegeri kelahirannya bila mereka terpaksa harus bercerai.
Dalam tubuh Tiger Woods mengalir darah Asia yaitu Thailand karena ibunya wanita Thai. Sedangkan ayah Woods adalah seorang GI atau tentara Amerika Serikat berkulit hitam yang dulu diterjunkan dalam kancah perang Viet Nam. Anak-anak Woods berkulit putih seperti ibunya serta berambut coklat. Kedua putrinya sangat cute dan kelihatan lengket juga pada Tiger Woods, selain tentu saja pada ibunya yang waktunya dirumah jauh lebih banyak untuk berinteraksi dibanding Woods.
Tiger Woods mengakui telah berbuat serong dan tidak setia kepada isterinya. Karena itu dia ingin menata kembali kehidupan rumah tangganya serta memperbaiki dirinyauntuk menyelamatkan perkawinannya dan agar dapat menjadi suami dan ayah yang lebih baik bagi kedua putrinya dan isterinya..
Sebenarnya bagi keluarga Tiger Woods apa sih yang masih kurang ? Harta melimpah, apapun sanggup dibeli kapan saja dia mau. Isteri cantik dan rumah di tempat bergengsi… Namun begitulah, manusia tidak ada yang sempurna… Ada saja kekurangan kita masing-masing sebagai individu.
Popularity: 3%
Belakangan ini begitu banyak hari istimewa yang dibuat oleh kita sendiri masyarakat global seperti hari Bumi, hari AIDS, hari buruh, hari ibu, hari ayah, dst.. Dan kemar
in 9 Desember adalah hari anti-korupsi sedunia. Artinya hari dimana kita masyarakat dunia diingatkan untuk anti perbuatan yang namanya korupsi. Benar, korupsi harus dilawan dan diberantas karena sangat merugikan negara dan menyengsarakan seluruh masyarakat, kecuali si pelaku dan keluarganya serta kroni-kroninya.
Mari kita selidiki kenapa orang melakukan tindakan korupsi yang jelas-jelas merupakan tindakan melawan hukum. Dan didalam KUHP jelas pula hukuman yang akan diterima oleh si pelaku jika pada persidangan nanti memang terbukti melakukan tindakan korupsi. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa para penegak hukum pada saat ini berlaku tidak adil, tidak seperti pencitraan gambar timbangan yang digunakan instansi pengadilan. Tergantung berapa besar uang sogokan yang diterima, keputusan pengadilan biasanya akan memenangkan pihak penyogok terbesar.
Seiring perkembangan teknologi, maka semakin canggih juga cara-cara yang dilakukan untuk menghilangkan jejak alias menghapus bukti-bukti telah terjadi korupsi. Dan aparat penegak hukum sepertinya sudah tidak berdiri diatas kebenaran lagi. Ketukan palu para hakim sangat dipengaruhi oleh jumlah suap yang telah ia terima. Wow, segalanya diukur dari uang, materi dan harta-benda duniawi. Tidak ada lagi nilai-nilai kejujuran, harga diri, rajin, kerja keras, tangguh, integritas dan nilai-nilai luhur lainnya..
Orang melakukan korupsi karena salah masyarakat sendiri. Didalam masyarakat yang terlalu menjunjung tinggi penampilan diri yang ‘wah’ glamour, hapenya BB, mobilnya apa, rumahnya dimana dari seseorang dengan mengenyampingkan nilai-nilai luhur yang ada didalam diri seseorang. Masyarakat hanya memperhatikan kulit luar dan tidak melihat ‘isi’ didalam diri seseorang seperti : sifat, kepribadian, kejujuran, konsekuen dan sikap positif lainnya dari seseorang. Masyarakat khususnya Indonesia sangat menghormati dan tunduk serta melayani secara berlebihan siapa saja yang bisa memamerkan kekayaan dunia yang dimilikinya. Siapa yang bisa membagi-bagikan uang dan barang bagaikan sinterklas…
Koruptor bisa mengucurkan uang kepada para duafa dan kaum miskin bak seorang pahlawan pembela kaum papa, tanpa menyelidiki asal-muasal uang yang dibagikan tersebut, halal atau haram. Kebanyakan korupsi di Indonesia tidak membuat jera dan bahkan si koruptor bisa menjadi pahlawan dilingkungan tempat tinggalnya yang sudah tentu dihormati . Maka perbuatan korupsi tidak membuat masyarakat menjadi risih, malu, merasa berbuat aib dan dosa bagi masyarakat luas. Anak-anak dan keluarga koruptor merasa masih tetap dihormati dan dilayani sebagaimana layaknya masyarakat non-koruptor. Ini sangat ironis dan bertentangan dengan semangat anti-korupsi yang kita gembar-gemborkan….
Sifat anti-korupsi dapat diterapkan sejak usia dini dengan membuat kantin jujur disekolah-sekolah seperti yang sudah mulai dirintis dibeberapa tempat di Indonesia. Dapat juga dimulai memasukkan kedalam memory seorang anak bahwa korupsi itu adalah perbuatan jahat sama dengan mencuri dan sangat dibenci Allah dan agama apapun. Sebaiknya masyarakat mulai ‘mengucilkan’ terdakwa kasus korupsi dengan cara isolasi, tidak diajak bicara dan tidak boleh berkumpul dengan warga RT dan RW tempatnya tinggal. Kalau perlu rumahnya diberi tanda, agar warga lainnya tidak bersosialisai dengan si koruptor dan keluarganya. Diharapkan dengan demikian akan terbentuk ’stigma’ dalam masyarakat, bahwa korupsi itu adalah cela dan aib besar, pencuri kelas kakap dan pendosa yang telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat banyak.
Waktu saya kecil, nama yang terngiang-ngiang sebagai koruptor pada saat itu hanyalah Ibnu Soetowo, mantan Dirut Pertamina. Padahal saya berteman baik dengan salah satu putrinya yang menjadi dokter mikrobiologi lulusan Universitas Indonesia. Terlepas dari apakah ayahnya seorang koruptor, maka teman saya ini sangat baik hati dan suka menolong. Demikianlah pada saat datang ke rumah kontrakan saya didaerah Larangan, Jakarta Selatan diapun membantu membelikan saya sebuah pompa air Sanyo, sepulang dari rumah saya karena melihat sendiri pompanya mogok sehingga sulit air bersih. Pertanyaannya adalah : Apakah saya sudah turut menikmati uang korupsi ayah teman saya?
Saya juga ingat, saat masih duduk dikelas tiga atau empat SD sampai saya duduk di bangku SMP. Seringkali ayah saya yang adalah Kepala atau Inspektur Perindustrian Daerah Tingkat propinsi. Beliau seringkali menjadi marah dan mengusir orang-orang yang membawakan hadiah untuk kami sekeluarga. Biasanya yang mengirim berbagai barang dan hadiah itu adalah para pemilik pabrik di propinsi itu. Pabrik sabun, pabrik rokok, pabrik minyak goreng, pabrik makanan kaleng, dll. Yang dikirim antara lain ada yang sangat saya inginkan seperti : sepeda kecil anak-anak beroda dua yang ingin sekali saya naiki untuk ke sekolah maupun sekedar bermain-main dengan saudara-saudari saya. Ayah saya marah sekali tatkala melihat saya mulai menyentuh sepeda kecil tersebut. Sambil berkata : ‘jangan sentuh, kembalikan sepeda itu. Surat-suratnya tidak lengkap dan memenuhi persyaratan untuk mendirikan pabrik, bapak tidak sudi disogok’…
Ada juga kenangan lain dari ayahanda tatkala ibu saya yang penilik sekolah SD ingin meminjam kendaraan dinas Perindustrian yang dipercayakan dan digunakan oleh ayah saya untuk menunjang aktivitas sehari-hari sebagai kepala perindustrian propinsi.. Kendaraan itu berupa mobil jeep Willys dan kemudian diganti Landrover yang biasanya ada sopir kantor yang datang setiap pagi untuk mencuci mobil lalu mengantarkan ayah ke kantornya. Mobil kembali kerumah jam 2 sore, bila tidak ada kegiatan inspeksi ke luar kota. Ibu saya ingin meminjam mobil untuk keperluan dinasnya sebagai penilik sekolah dasar keluar kota yang jaraknya jauh dari rumah kami. Mau tahu apa jawaban ayah saya ? Katanya : ‘ ini mobil kantor, menggunakan sopir dan bensin dari kantor. Mobil ini hanya untuk keperluan dinas saya sebagai inspektur perindustrian. Bukan untuk keluarga atau lainnya. Hanya untuk urusan dinas perindustrian’. Begitulah yang saya tangkap ketika usia saya masih 9 (sembilan) tahunan… Nilai anti-korupsi telah ditanamkan sedemikian rupa oleh ayah saya almarhum yang terkenal ‘tidak mau kompromi’ dengan para penyogok..
Apa yang dikatakan ayah saya pada saat itu, ternyata sampai sekarangpun masih valid. Namun kebanyakan orang yang memperoleh fasilitas kantor seperti mobil dinas para anggota DPRD dan DPR kebanyakan malah menganggap mobil itu bak miliknya sendiri dan keluarganya… Dipakai kepasar nganter si mbok beli sayur dan daging atau dipakai jalan-jalan pada hari minggu oleh seluruh anggota keluarga. Sungguh, nilai harga diri atau ke’dignity-an’ seseorang pejabat pada saat ini sudah nol. Tidak malu-malu memakai dan menghabiskan milik negara dimana mungkin dan sebanyak mungkin… Sungguh sangat memalukan, serakah dan tidak tahu diri..
Popularity: 3%
Pada hari ini , 27 November 2009 ummat muslim di Indonesia merayakan hari raya Idul Adha atau Lebaran Haji 1430 Hijriah. Hari ini tepat sekian ratus tahun yang lalu nabi Ibrahim mengorbankan putranya nabi Ismail sebagai pertanda ketaatan, obedience dan loyalitas beliau terhadap Sang Maha Pencipta, Allah SWT.
Pada hari ini juga, di Amerika sana beberapa tahun yang lewat saya pernah dua kali merayakan hari Thanksgiving dengan menyaksikan parade dijalan-jalan kota New York tepatnya didaerah Manhattan. Berbagai pawai boneka, semacam pawai ogoh-ogoh di Bali atau parade karnaval di Rio de Janeiro, Brazilia yang megah dan meriah. Penuh warna-warni yang menyiratkan keceriaan, kegembiraan dan rasa syukur masyarakat dan berterimakasih kepada Sang Pencipta dan seluruh masyarakat serta keluarga masing-masing. Ada bunga-bunga, ada buah-buahan, hasil panen berupa jagung dan pumkin atau labu kuning.
Meski suhu udara jalanan di New York cukup dingin dimusim gugur saat perayaan Thanksgiving Day, berkisar 14-16 derajat Celcius. Namun masyarakat NY dengan penuh antusias berbondong-bondong keluar dari rumah dan apartemen mereka menuju ke jalan-jalan raya disekitar Manhattan dan Broadway. Ada juga parade drumband dengan berpakaian seragam yang sangat menarik dilengkapi mayorette yang cantik dan lincah atau ngganteng dan cekatan serta energik.
Di apartemen, saya sehari sebelumnya telah berbelanja ke swalayan membeli kebutuhan sehari-hari termasuk yang istimewa untuk menyambut thanksgiving berupa seekor kalkun yang begitu besar dan montok. Bayangkan berat unggas tersebut tatkala ditimbang bobotnya 20 pounds atau kurang lebih 10 kilogram.
Daging sebanyak itu habis juga dalam dua hari, dimakan dua orang, saya bersama satu teman saya si bule. Udara dingin menyebabkan perut keroncongan terus dan makanan dibutuhkan juga untuk memproduksi kalori untuk mempertahankan dan menjaga suhu tubuh tetap normal, jangan sampai hipotermi.
Maka makanlah kita berpesta daging kalkun yang di grill utuh didalam oven dengan sedikit roti dan salad daun. Dipikir-pikir, dua hari itu saya ibarat makhluk carnivora dan predator ganas yang telah melahap 2,5 kilogram daging dalam sehari. Untungnya kejadian itu hanya sampai disitu dan tidak pernah saya ulangi lagi…
Popularity: 3%
Perubahan cuaca atau climate change benar-benar telah merubah segalanya. Bukan hanya cuaca yang berubah tidak menentu tanpa pola yang jelas. Semua berubah secara drastis tanpa peringatan sama sekali. Dari suhu udara panas mendekati 40 derajat Celcius tiba-tiba berubah hujan deras melongsorkan tanah dan menimbulkan banjir dimana-mana dan genangan air yang belum pernah terjadi selama satu abad ini seperti banjir dikota Manila dan sekitarnya. Daratan dan jalanan terendam air selama berhari-hari dan melumpuhkan transportasi dikota metropolitan Filipina tersebut.
Bumi tempat kita berpijakpun ikut-ikutan labil, tidak stabil dan mudah bergerak dan bergeser kekiri dan kekanan akibat lempeng daratan Asia dan benua Australia yang mengalami sliding dengan adanya aktivitas vulkanik dibawah lautan. Terjadilah gempa teramat dahsyat yang meluluh-lantakkan kota Padang dengan jumlah korban mencapai ribuan kebanyakan tertimbun dibawah bangunan dan gunung Singgalang serta Tsunami di kepulauan Samoa bagian barat.
Saya pernah membaca, mendengar dan melihat acara pada satu saluran TV kabel, bahwa di perairan pantai barat Sumatera, tepatnya di Bengkulu dekat Bandar Lampung terdapat gunung berapi yang sangat besar dan dengan status aktif. Gunung berapi dibawah lautan tersebut diperkirakan dari penelitian kapal selam mempunyai ketinggian 4600 meter dari dasar laut dan mempunyai dasar lingkaran sepanjang 50 kilometer. Bayangkan besar dan volume gunung berapi itu, jika sampai memuntahkan lahar panas pada saat meletus nanti. Bayangkan akibatnya yang maha dahsyat nanti…
Gunung berapi bawah laut yang berpotensi meledak sewaktu-waktu tersebut berada tidak jauh dari Selat Sunda, yang menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Sumatera. Karena itu saya menjadi miris dan merasa geli tatkala ada yang mengusulkan pembuatan jembatan penghubung antara pulau Jawa dan Sumatera, tidak lama setelah jembatan Suramadu diresmikan. Jembatan itu menghubungkan kota Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya dengan pulau Madura.
Dengan ide pembuatan jembatan penghubung pulau Jawa dengan pulau Sumatera itu dengan kondisi bawah laut yang terdapat gunung berapi aktif apakah tidak menambah sengsara bangsa kita yang sedang berusaha bangkit ini ? Korban manusia dan harta benda sudah pasti tidak terbilang lagi, bila jembatan itu benar-benar dibangun.
Dana pembuatan jembatan yang pasti triliunan rupiah itu akan hilang percuma, hancur oleh ledakan gunung berapi bawah laut. Tidak terbilang jumlah orang yang akan menjadi korban pada saat sedang melewati jembatan tersebut. Belum lagi kerugian mobil, motor, dst yang sedang lalu-lalang diatas jembatan tersebut. What a fool idea..
Kejadian demi kejadian yang mengguncang masyarakat dunia secara global, menambah keyakinan saya, bahwa kiamat sudah semakin dekat. Ummat manusia belum bertobat juga, meski telah berkali-kali diberi perimgatan oleh Sang Maha Pencipta, Pemilik dan Penguasa semua isi alam semesta ini.
Illegal logging masih terus berjalan, manusia semakin egois dan tidak peduli akan kondisi alam yang semakin rusak-parah akibat ulah mereka sendiri. Masih gemar mencari keuntungan sesaat tanpa memikirkan kelanjutan kehidupan anak-cucunya, generasi berikutnya. Serakah itulah kata yang paling tepat…
Popularity: 3%
Judul tulisan saya kali ini, mengenai kejadian seputar kehidupan kita sehari-hari yang rasanya masih sulit dimengerti sebagai berikut :
1. Tubuh saya ternyata mempunyai medan listrik yang cukup untuk menghidupkan pena tester. Tatkala listrik sering mati di kota Pekanbaru, hujan deras beberapa malam menyebabkan terjadi arus pendek aliran listrik yang biasa disebut kortsluit. Seorang teknisi di laboratoium RPC tempat saya beraktivitas sehari-hari saya suruh beli test pen. Untuk ngecek colokan listrik mana aja yang kortsluit. Tatkala dia datang dengan test pen, aliran listrik sedang padam. Jadi tidak bisa dicoba ke colokan listrik yang ada. Saya iseng memegangi test pen tersebut, sambil berusaha mengupas label harga didekat ujung test pen yang berbahan metal. Dan wow… saya terkejut pada saat test pen itu menyala berwarna merah ditangan saya. Timbul pertanyaan, apakah saya mempunyai aliran listrik ? Saya pindahkan kekepala saya dan menyentuh rambut, test pen menyala juga…. Benarkah tubuh saya bermuatan listrik ? Wallahu Alam….
2. Bila anda seorang yang gampang stress, maka nyamuk tidak akan suka menggigit anda. Sebaliknya bila anda orang yang santai dan rileks, berkepribadian tipe B, maka anda akan sangat disukai nyamuk alias kemanapun anda pergi akan selalu dikejar-kejar dan digigit nyamuk. Hal ini berkaitan dengan bahan kimia yang dikeluarkan tubuh seseorang atau gampangnya ‘bau badan’ seseorang. Orang yang berkepribadian A dan gampang stress akan menghasilkan senyawa kimia yang berbeda dan tidak disukai nyamuk. Ketimbang seseorang dengan kepribadian B yang tidak mudah stress.
3. Pernahkah anda mendengar atau melihat bahwa bila ternak potong yang akan disembelih tidak dido’akan atau dibelai-belai kepalanya untuk menenangkan, maka hewan akan mati dalam keadaan stress. Maka dagingnya dipercaya ‘tidak halal’. Kemungkinan analisa saya, saat hewan potong itu dalam keadaan stress, maka lebih banyak bahan kimia tertentu/adrenalin yang disekresi tubuhnya, sehingga dagingnya terasa ‘lain’ atau pahit ketika diolah dan kita makan.
4. Apakah benar semakin banyak umroh yang dilakukan seseorang akan semakin meninggikan martabat seseorang ? Kebanyakan orang juga percaya, bahwa setiap kali kita berbuat kesalahan-didalam hidup kita sehari-hari- dengan mudah kesalahan itu akan dihapus, bila kita melakukan umroh setiap kali setelah merasa bersalah ? Disini seolah-olah diberi kesempatan kepada setiap orang untuk berbuat salah (lagi!) setelah meyadari kesalahan yang lalu. Bukannya bertobat, jangan sampai berbuat kesalahan lagi. Jadi tidak adil dong, buat mereka yang kurang beruntung dan tidak cukup punya uang untuk berkali-kali berumroh. Maka tertutuplah kemungkinan bagi si miskin untuk dihapuskan dosanya, karena tidak sanggup berumroh, apalagi sampai berkali-kali. Kasihan bener nasib kaum duafa…
Popularity: 2%
Kemarin pagi, memperhatikan tayangan di televisi kabel, sungguh membuat saya merinding ketakutan. Stasiun TV tersebut menayangkan gambar-gambar dan narasi dari para pakar dibidang ekologi dan ekosistem dari seluruh dunia.
Bagaimana bumi tempat ummat manusia hidup nanti suhunya bisa seperti planet Venus yang mencapai 429 derajat Fahrenheit. Pada suhu setinggi itu, tidak satupun makhluk yang bisa bertahan hidup. Semua akan habis terbakar hangus dan ludes menjadi abu. Meninggalkan planet bumi yang gersang, gundul dan maha panas serta sunyi-senyap.
Pemanasan global bukan masalah sepele yang dapat diselesaikan dengan mudah. Pemanasan suhu global kondisinya semakin panas dan panas saja dari hari ke hari. Kebakaran hutan dan lahan, kebakaran lahan gambut serta pembukaan lahan perkebunan sawit terjadi setiap hari disekeliling kita. Udarapun jadi tercemar, jarak pandang menjadi terbatas dan sering mengakibatkan delay penerbangan dari bandara Sutan Syarif Kasim II. Kalau di Eropa London biasanya disebut the Foggy City, maka kini Pekanbarupun mendapat julukan sama : ‘foggy city’, karena udaranya hampir setiap pagi selalu berkabut, menghalangi pandangan mata. Selain berkabut, udara yang kita hirup terasa menyesakkan, kurang oksigen.
Pertanyaannya, kapan karhutla (baca kebakaran hutan dan lahan) bisa dihentikan ? Karhutla memberikan andil cukup besar dalam pemanasan global ini, sudah sangat kita rasakan panasnya udara disiang hari. Kita seolah berada dalam rebusan air yang sedang mendidih. Tidak bisa mengelak, tak ada lagi tempat yang lebih dingin.
Disekitar tempat saya bermukim pada saat ini telah terjadi kekeringan air tanah dan air sungai. Dampaknya adalah semakin cekaknya energi listrik dengan akibat pemadaman listrik yang semakin menjadi-jadi. Kemarin dalam satu hari terjadi tiga kali pemadaman listrik PLN dengan durasi masing-masing tiga jam. Jangankan listrik masuk desa, bahkan kotapun telah kekurangan listrik dan sudah sampai ke tingkatan kritis..
Ditambah lagi aliran air PDAM juga terputus sejak sepuluh hari ini. Maka lengkaplah sudah penderitaan kita semua. Sumber-sumber alam semakin sulit dapat disediakan. Air sungai yang dulu sedemikian deras mengalir bening, saat ini permukaannya jauh dibawah normal dan warnanya butek. Maka mesin pembangkit listrik tenaga airpun jadi mogok, karena debit air sangatlah kecil. Manusia sudah sangat tergantung kepada tenaga listrik yang memberi segala kemudahan hidup seperti : AC, kulkas, TV, dst. Inikah yang kita cari, kerusakan alam yang berdampak sangat mengaggu kehidupan kita menjadi sangat jauh dari nyaman. Panas dimana-mana, didalam ruangan dan diluar ruangan sama saja. Angin seolah-olah berhenti berhembus.
Pepohonan daunnya tidak bergoyang dan pohon kelapa tidak melambai-lambai lagi seperti penggalan bait lagu ‘Tanah airku Indonesia’. Sejatinya setiap pohon dapat menampung 450 ribu galon air. Tatkala hutan sudah habis dibabat, dengan maraknya illegal logging maka tidak ada lagi pohon yang menyimpan air dimusim hujan dan melepaskan air ketanah pada musim kemarau. Pepohonan juga yang menyerap gas CO2 diudara dan menghasilkan O2 atau oksigen yang sangat kita perlukan untuk hidup.
Pohon melakukan itu semua tanpa perlu beaya alias nol apalagi beaya tinggi seperti tatkala kita menurunkan emisi gas buang atau mengurangi pencemaran CO2 yang keluar lewat knalpot mobil dan motor dan memproduksi oksigen untuk hidup sehat. Gersang, panas dan tandus adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi alam kita saat ini. Seperti kata Armand Maulana vokalis Gigi dalam lagunya : panas, panas, pusing, pusing manusia jadinya….
Kata pakar antariksa dan astronot, dari angkasa luar planet bumi tidak lagi gelap-gulita dikala malam tiba seperti terlihat satu dekade yang lalu. Pada saat ini bumi memperlihatkan bagian yang sangat terang dimalam hari, persis seperti planet Venus. Akankah nasib planet bumi persis sama dengan planet Venus yang tidak berpenghuni itu ? Ngeri membayangkan apa yang akan terjadi pada bumi kita tercinta ini. Tapi adakah kita konsekuen, artinya satunya kata dengan perbuatan kita? Kita bilang mencintai bumi, tapi perbuatan kita? Kita semua munafik, katanya menyayangi alam semesta, namun perbuatan kita mencemari alam lingkungan hidup yang begitu bersih pada awalnya.
Sungai mengalirkan air yang jernih bak kristal dilembah gunung yang menghijau. Pohon nyiur melambai-lambai seolah menyapa siapa saja yang melihatnya. Langit biru cerah diselingi awan putih yang berarak ria. Burung berkicau dipucuk dan ranting pepohonan. Semua panorama itu saya saksikan saat saya masih kecil, tatkala berkunjung ke rumah nenek didesa. Sawah menghampar dengan bulir padi yang menguning, diselingi sekali-sekali teriakan petani yang mengusir burung yang hinggap memakan padi. Alangkah indahnya bumi tanah airku dengan suasana yang ‘tranquil’ seperti itu…
Menitik air mata saya tatkala menuliskan kata-kata diatas. Saya kangen sekali, saya sangat merindukan suasana batin dan lingkungan hidup saya semasa kanak-kanak… Duh, kemana semua yang saya cintai dan sayangi ? Selain ayah dan bunda saya yang sudah tiada, kemana bebek yang biasa berenang disawah saat padi sudah dipanen, kemana kupu-kupu, capung dan belalang hijau yang biasa hinggap ditanaman perdu halaman saya ? Kenapa jadi sirna meninggalkan alam kering tandus dan gersang ini ? Kemana mereka pergi ? Kenapa mereka pergi semua, meninggalkan alam yang sudah tidak mau diajak berdamai ini?. Akankah kita sadar apa yang telah kita perbuat terhadap alam semesta ini? Semoga…
Popularity: 3%
Dr. Sukma Merati is founder and owner of Riau Pathology Center in Pekanbaru, Riau. Dr. Merati has had various international experience and training, including as a fellow doctor at The Mount Sinai Hospital in New York City, NY, USA (2000-2002).