En annen tablett for å bekjempe impotens, for som det er etterspørsel, er Levitra Kjøp Levitra Uten Resept Stoffet er med høy effektivitet, noe som er bekreftet i flere kliniske studier Generisk Levitra 20mg Den aktive ingrediensen i Levitra vardenafil fungerer.

Archive for June 16th, 2009

DEERSAnnus mirabilis bahasa Yunani berarti miracle year dalam bahasa Inggris. Tahun 1905 disebut annus mirabilis saat Albert Einstein mempresentasikan tentang teori yang menafikan kepercayaan konventional mengenai bagaimana alam semesta bekerja. Selama beberapa decade, Einstein dan beberapa akhli fisika brilliant meletakkan dasar  pondasi teknologi yang diselesaikan dengan sangat baik dan sempurna pada abad keduapuluh. Maka abad duapuluh telah mengguncang dunia dengan temuan yang sangat fantastis dibidang ilmu fisika sejak ditemukannya teori relativitas Albert Einstein.

Seratus tahun kemudian yaitu pada 2007 telah menjadi annus mirabilis berikutnya. Pada saat ini, biologi berada di ladang transisi dimulai dari pemikiran cemerlang yang menghasilkan karya dahsyat dibidang  gene dan faktor keturunan. Sejak tahun 1900 pada saat Gregor Mendel mengadakan percobaan tanaman kacang yang sudah dikenal luas, dan akhirnya menghasilkan hukum Mendel yang begitu populer. Dan mulai dari  penelitian itu diberi nama  genetika, yang menjadi ilmu baru dalam peradaban manusia. Maka telah diprediksi pada abad duapuluh satu,  dunia akan diguncang oleh  lompatan dan  temuan yang sangat luar biasa dibidang ilmu biologi dan genetik atau disebut dengan Life Sciences.

Francis Crick dan James Watson menemukan DNA double helix. Bahwa gene dibentuk dari DNA yang berbentuk helix dan kembar. Setiap DNA terdiri atas empat huruf yang diulang-ulang yaitu : A, C, T, G singkatan dari adenosin, choline, tyrosine dan guanine. Ke-empatnya adalah jenis asam amino yang biasa ditemukan pada  DNA dari inti sel.

Gene bukanlah komponen terkecil dari faktor keturunan.  Pada saat ini telah ditemukan bahwa faktor keturunan adalah hasil permainan yang sedemikian kompleks antara komponen dasar dari genome yang tersebar diantara berbagai  genes yang berbeda  dan bahkan yang dulu dianggap ‘junk DNA’ dan pernah dianggap tidak berperan sama sekali. Kompleks yang terbentuk disebut snips atau SNPs.

Para peneliti akhirnya terfokus untuk menyelidiki huruf-huruf DNA didalam genome secara individuil yaitu : A, C, T dan G dan mulai melihat hubungan sebab-akibat dari ribuan kelainan dan penyakit yang ditemukan pada manusia. Maka pada tahun 2007 dalam waktu lima bulan, peneliti dari Harvard/MIT bekerjasama dengan deCODE genetics di Iceland dan beberapa institusi lain dan akhirnya dapat meng-identifikasi perubahan spesifik yang ditemukan pada potongan/sekuens  DNA yang  menjadi penyebab dan berperan dalam berbagai penyakit dalam daftar yang begitu panjang. Termasuk : diabetes tipe 1 dan tipe 2, skizofrenia, gangguan bipolar, glaucoma, Inflammatory Bowel Disease, rheumatoid arthritis, hipertensi, restless leg syndrome, sensitivitas terhadap pembentukan batu empedu, lupus, multiple sclerosis, penyakit jantung koroner, kanker kolorektal, kanker prostat, dan kanker payudara.

Potongan atau sekuens DNA yang dimaksud adalah ‘snips’ atau SNPs (Single Nucleotide Polymorphism) yaitu polimorfisme nukleotid tunggal yang berperan menggantikan gene sebagai unit dasar faktor keturunan. Unit mendasar dari faktor keturunan adalah posisi dari masing-masing setiap huruf DNA secara individu. Dan didalam tubuh manusia diperkirakan mempunyai tiga milliard potongan-DNA yang terdapat didalam genom.

Pada tahun 1960-an para akhli biologi molekuler menguraikan tentang bagaimana  informasi genetik diorganisir, diatur dan direproduksi didalam bakteri bersel-satu. Didalam bakteri, gene adalah segmen tertentu dari DNA yang berisi ‘kode’ yang memberitahukan sel  bagaimana membuat jenis protein tertentu. Gene bakteri tersusun sepanjang molekul DNA tunggal. Susunannya beraturan yang satu setelah yang lain dan hanya terdapat ‘gap’ yang sangat mikro sifatnya. Karena semua organisme memiliki DNA dan bekerja dengan esensi  reaksi biokimia yang sama, maka para peneliti berasumsi, bahwa genom manusia  akan terlihat sebagai versi besar dari genom bakteri.

Termasuk dalam revolusi dibidang life sciences yaitu peristiwa ‘cloning’ oleh para peneliti di Scotland’s Roslin Institute yang menghasilkan domba betina Dolly. Cloning dilakukan dengan mentransfer satu inti sel seekor kambing dewasa kedalam sel embryo  seekor domba.  Kejadian ini merupakan lompatan sangat luar biasa, karena para peneliti telah dapat merekayasa  seekor domba, tanpa melalui inseminasi seperti biasanya. 

Maka tidak lama lagi, penyakit yang didasari oleh kacaunya SNPs akan dapat diterapi dengan RNAi atau interferensi-RNA berupa satu partikel kecil dari RNA atau disebut RNA-mikro. Terapi memperbaiki SNPs menggunakan interferensi-RNA   seperti ini disebut terapi biomedis. RNAi diharapkan akan dapat mencegah atau mengembalikan ke susunan normal potongan-DNA. Semisal pada penyakit : Alzheimer’s, Parkinson’s, Huntington’s, Bipolar disorder, Skizofrenia, dan lain-lain.

Sedangkan sebagai langkah awal sebelum terapi biomedis, seorang pasien harus dibaca dan ditulis DNA dari genomnya oleh mesin pembaca dan mesin penulis-DNA, agar dapat diketahui kecenderungan penyakit apa yang bakal bisa menimpa orang itu. Beaya untuk meneliti potongan -potongan DNA pada satu individu yang berjumlah tiga milliard huruf DNA  di Amerika Serikat pada awal dimulainya komputerisasi bernilai dua juta dollar, akan tetapi dengan semakin baik dan efisiennya mesin pembaca dan penulis DNA, ongkos itu dapat ditekan menjadi seribu dollar US saja. Pembacaan DNA dan penulisan-DNA nantinya akan menjadi bagian rutin dari rekam medis seorang pasien.

Popularity: unranked

2 Comments | Category: Bahasa, General

TURTLEWeekend yang lalu, saya sempatkan nonton film yang disutradarai Chaerul Umam dan baru saja di release serentak di seluruh bioskop di Indonesia, termasuk Pekanbaru. Sore hari itu, setelah puas rasanya saya beristirahat sejak pagi karena hari libur, saya melaju kesebuah bioskop yang tidak jauh dari rumah dengan tujuan menyaksikan sendiri betapa indahnya panorama Kairo yang dibelah sungai Nil dan terutama kota Alexandria yang begitu terkenal dikalangan wisatawan manca negara.

Popcorn dan sebotol air mineral menemani saya menyaksikan film yang sudah begitu heboh, sejak dilakukan audisi untuk mencari para pemain yang tepat dengan karakter yang akan dimainkan dalam film tersebut. Bahkan sayapun telah menyaksikan ‘Behind the scene’ yang berupa liputan pada saat pengerjaan film yang berbeaya tinggi itu dinegerinya Cleopatra dengan sphinx dan pyramidenya yang berdiri kokoh sejak ribuan tahun. Cantik nian panorama sungai Nil dimalam hari dari hotel maupun restoran disepanjang sungai terpanjang didunia itu. Begitu pula Alexandria dengan pantai, pasar, dan lampu-lampunya yang sangat indah dimalam hari..

Filmnya sendiri dari pengamatan saya alur ceritra berjalan lamban, kurang lincah dan kurang memikat. Saya lihat beberapa penonton malah keluar dari studio tempat film diputar, sekedar untuk menelpon atau menerima telpon dan ada yang hanya untuk merokok. Sepertinya mereka tidak takut kehilangan adegan demi adegan dalam film tersebut. Iya, karena pada sekitar sepertiga tengah panjang film, dialog dan setting film sudah tidak menarik lagi. Shooting didalam dan sekitar rumah kost mahasiswa Indonesia di Kairo. Adegan tersering didapur, dimana pemeran utama sedang mencuci kedele atau menimbang kacang kedele atau mengaduk-aduk kedele dengan ragi untuk dijadikan tempe. Kurang variatif dan terasa monotoon. Dialog-dialognya  kurang menarik, dan hanya sekali-sekali membuat ‘gerrr’ penonton..

Dalam film Ayat-ayat Cinta, sampai kinipun saya masih terbayang adegan pemeran Fakhri yaitu Ferdi Nuril, gitaris band Garasi dan Riyanti Cartwright yang sedang dirawat di rumah sakit dan hampir sekarat. Aura Islami dan setting Arabian, masih jelas di mata saya. Susah untuk melupakan adegan demi adegan dalam film itu yang disertai dengan sound-track film yang sangat memadai… Atau adegan Ferdi Nuril sedang berduaan dengan Carissa Putri, tiba-tiba Riyanti Cartwright nongol dipintu kamar. Keduanya cantik dan berkharisma, dan sedikit ada rasa ingin tahu penonton, karena cadar Riyanti yang berwarna hitam dan menutupi wajah indonya yang jelita.

Alice Norin sebagai Eliana cukup baik diperankan. Namun rasanya sebagai tokoh utama, sangat kecil porsi nongolnya dia didalam film yang berdurasi seratus duapuluh menit itu. Mungkin hanya sepersepuluh panjang film wajahnya dapat kita lihat. Adegan sebagai guide tatkala mengantar Dien Syamsuddin sebagai tamu dalam pesta di Kedubes Indonesia di Kairo. Lalu adegan pada hari ulang tahun Eliana, dimana dia memesan Soto Lamongan ke Azzam yang diperankan Kholidi, sang mahasiswa yang sudah 9 (sembilan) tahun kuliah di Al Azhar University sambil berjualan tempe, bakso dan makanan khas Indonesia lainnya.

Agak disayangkan, adegan Furqon ditulari virus HIV lewat seorang perempuan Israel, tidak jelas sama sekali. Adegannya cuma dia terbangun dipagi hari sudah kesiangan, sehingga tidak bisa diuji pada pagi itu untuk memperoleh gelar Master. Rasanya pemeran Furqon kurang kuat karakternya, tidak seperti yang saya harapkan. Yang bagus justru pemeran polisi Mesir yang menolong menginvestigasi kasus Furqon sampai menangkap dan memasukkan ke penjara si gadis Israel tadi yang rupanya menjadi anggota suatu sindikat dan telah menularkan virus HIV kepada tiga orang lain, selain Furqon.

Popularity: unranked

No Comments | Category: Popular Health

  • About

    Dr. Sukma Merati, DSPADr. Sukma Merati is founder and owner of Riau Pathology Center in Pekanbaru, Riau. Dr. Merati has had various international experience and training, including as a fellow doctor at The Mount Sinai Hospital in New York City, NY, USA (2000-2002). More >

  • Calendar

    June 2009
    M T W T F S S
    « May   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  

    Archives By Month

    Backend

    Subscribe