En annen tablett for å bekjempe impotens, for som det er etterspørsel, er Levitra Kjøp Levitra Uten Resept Stoffet er med høy effektivitet, noe som er bekreftet i flere kliniske studier Generisk Cialis 10mg Den aktive ingrediensen i Levitra vardenafil fungerer.

animals_cats004Pertama harus dijelaskan dulu, bahwa jumlah 6,7 trilliun rupiah talangan dari Bank Indonesia untuk Bank Century sampai saat ini masih ada dalam jumlah yang sama dan utuh-tidak kurang satu rupiahpun- di Bank Mutiara yang merupakan penyertaan modal pemerintah untuk Bank Century yang nyaris kolaps akibat krisis keuangan pada bulan November 2008.

Jadi kenapa mesti ribut-ribut, berdemo, membentuk Pansus dan seterusnya. Semuanya itu hanya membuang-buang  energi yang semestinya energi kita semua dari rakyat kecil sampai kepada para pejabat tinggi termasuk Presiden, Wapres, para Menteri dan anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) diarahkan untuk pembangunan negara kita yang tercinta ini.

Saya heran dan jadi bingung dengan perkembangan kasus bank Century yang sedemikian jauh melenceng dari tujuan semula. Pemberantasan korupsi itu sudah menjadi agenda utama dari Kabinet Indinesia Bersatu (KIB) jilid II dan tidak seorangpun dapat menyangkalnya.

Namun apa yang terjadi di Pansus Century belakangan ini menimbulkan kekhawatiran dan rasa miris saya, tatkala ajang tersebut sudah menjadi arena adu argumentasi debat kusir yang sama sekali kurang sehat dan tidak bermanfaat bagi negara. Pansus Century juga menjadi ajang pukul ibarat permainan tinju dimana  masing-masing pihak berusaha meng-KO lawannya.

Persoalan negara telah berubah menjadi masalah pribadi yang dikemas sedemikian rupa sehingga kelihatannya bak  ‘masalah negara’ padahal bukan. Masalah ini dalam pandangan saya- yang tidak pandai berpolitik-menjadi sarana ‘revanche’ atau balas dendam antara pengusaha Hiu dengan menteri keuangan. Terdapat intrik-intrik tidak sehat yang menggiring para pejabat tinggi negara termasuk Presiden dan Wakil Presiden menguras tenaga membuang-buang energi untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.

Ayolah, segera sadar dan bangun dari lamunan dan khayalan untuk bisa memakzulkan atau menurunkan Presiden, Wapres dan Menteri seperti skenario yang dibuat oleh orang-orang tidak nasionalis yang tidak mencintai negaranya ini.  Mana ada manusia yang sempurna? Mana pula ada pejabat yang tidak pernah tersandung masalah? Asalkan dampak perbuatannya tidak membuat bangsa Indonesia collapse, tidak menenggelamkan nilai-nilai positif yang telah berhasil diraih selama ini?

Kondisi makro-ekonomi yang membaik, predikat Menteri Keuangan se-Asia Terbaik, pengangguran yang mulai menurun, kurs rupiah yang stabil dan cenderung menguat diantara mata uang asing serta kondisi Hankam yang terjaga sehingga meningkatkan minat investor berinvestasi di Indonesia, semua itu adalah nilai plus dan pencapaian yang membanggakan bagi kita semua. Semuanya dicapai oleh Presiden SBY dan para pembantunya terutama Menteri Keuangan dan Wapres Boediono.

Marilah kita belajar menghargai prestasi seseorang dan turut bergembira karena pencapaian seorang Menteri Keuangan yang begitu cemerlang dan diakui oleh dunia. Ibu Sri Mulyani Indrawati adalah pakar dibidang keuangan yang sangat disegani bahkan oleh pasar bursa NYSE di Wall Street serta tokoh keuangan di Amerika Serikat. Jangan karena sirik dan tidak bisa bersaing dibidang prestasi,  kita lalu dengan enteng dan gampangnya menyebut Sri Mulyani sebagai antek Neo-liberal..

Mari kita berkompetisi secara elegant dan menjauhi fitnah dan prasangka buruk sebelum jelas-jelas terbukti salah. Alangkah indahnya dunia perpolitikan kita seandainya setiap orang dan setiap pejabat dan anggota dewan, dll. berlomba menunjukkan prestasi kerja yang akan berguna bagi peningkatan derajat hidup masyarakat luas di Indonesia dan langsung bisa dirasakan oleh masyarakat kecil dan terbawah dari bangsa Indonesia yang syukur-syukur dapat dinilai positif oleh bangsa lain.

Hentikan ‘demokrasi teaterikal’ yang tidak lebih dari adegan konyol yang memalukan dan dilihat ratusan juta rakyat sampai dipelosok-pelosok desa terpencil yang sudah ada aliran listrik dan program TV. Ibarat meludah keatas, mempermalukan diri sendiri dengan mempertontonkan dan mengajari rakyat kecil cara demokrasi yang ‘kebablasan’ tersebut.  Sudah tidak ada lagi norma-norma kepatutan, etika dan sopan-santun dari yang terhormat wakil rakyat dan lain-lain yang ikut berdebat, memperdebatkan ‘pepesan kosong’.  Saya malu, geram dan tidak suka menyaksikan adegan-adegan Pansus Century yang ditayangkan secara  langsung itu.. Saya segera pindah channel, mending  nonton acara ‘dahsyat’ yang menghibur hati saya itu.

Presenter TV One kelihatannya gembira, tersenyum dan bergairah saat membacakan berita bahwa Wapres Boediono terancam di turunkan karena temuan-temuan Pansus. Ibarat kata presenter TV One sepertinya senang dan semakin bergairah menyaksikan terpecah-belahnya masyarakat serta terpuruknya nanti negara kita Indonesia…  Wahai….. dimana rasa nasionalisme anda sebagai jurnalis ?

Popularity: unranked

Posted Monday, March 1st, 2010 at 11:00 am
Filed Under Category: Bahasa, General, Life
You can leave a response, or trackback from your own site.

9 Responses to “Mau kemana Bangsa Indonesia, membuang energi untuk Bank Century yang berpotensi chaos atau membangun kesejahteraan rakyat ?”

  1. 9
    Jimmy Says:

    sorry

    i revise my post

    Dear Dr

    so that people will know the difference between DR and Dr :-)

  2. 8
    Jimmy Says:

    Dear DR

    Glad to hear your reply. Yes your instinct works that way yet not many have that instinct ,even they do, they wont do that.
    My mom had a myom surgery, she had her womb removed in 1996 in Singapore , and she was 48 then. Recently, her doctor< an orthopedist, recommended that she take Evista,
    Is that a Hormone Therapy Replacement ?
    My mom refused to do so, so did I.

    I am still doubtful myself

    What is your opinion ?
    has there been any reports on its side effect ?
    If u can spare some very conveninent time, plz reply to it

    Thanks a lot

    GBU
    Jimmy

  3. 7
    generic pharmacy Says:

    I liked it. So much useful material. I read with great interest.

  4. 6
    Dr. Sukma Says:

    Hi Jimmy,

    Thanks for your appreciation for what I’ve done. I just follow my instinct to share my knowledge as much as I can… Nothing else..

  5. 5
    Jimmy Says:

    Regsrds to you Mrs/Ms Sukma Merati

    I am just an ordinary person who puts interest in health and medicine though I am not a very healthy person my self, I have had my hypertension for 3 years despite the fact that I lead quite a very healthy lifestyle and does a lot of exercise. It must be the gene I suppose.

    Salute to you, who would like to share your expertise and knowledge that contributes a lot to man kind.

    I put a big let down in the country here where I was born in, this country is supposed to be a very rich and
    peaceful country.

    The health condition and the quality of the marginal people is truly very saddening to hear.
    If only there were more doctors like you, I strongly believe there would be fewer people needing help dont have to suffer the pain in this life,

    Thk for being ” exist ‘ in this life

    God will always bless you

    Awesome GOD

  6. 4
    CPA Offers Says:

    Noel, it is a great post thanks for writing it!

  7. 3
    Albert Says:

    very true doc! Yang kita lihat sekarang ini adalah kekuatan uang dan kepentingan bisnis yang diletakkan diatas segala-galanya. Sepertinya tidak sanggup kalau disuruh berbisnis bersih.. harus serba kolusi pakai koneksi. Ibu SMI tegas tidak mau dipengaruhi, makanya mau disingkirkan. Tapi tetaplah optimis, kebenaran pasti terungkap :)

  8. 2
    levitra generic Says:

    I read a few topics. I respect your work and added blog to favorites.

  9. 1
    cheapest generic levitra Says:

    I really like your blog and i respect your work. I’ll be a frequent visitor.

Leave a Reply

  • About

    Dr. Sukma Merati, DSPADr. Sukma Merati is founder and owner of Riau Pathology Center in Pekanbaru, Riau. Dr. Merati has had various international experience and training, including as a fellow doctor at The Mount Sinai Hospital in New York City, NY, USA (2000-2002). More >

  • Most Popular Posts

  • Calendar

    March 2015
    M T W T F S S
    « Dec    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

    Archives By Month

    Backend

    Subscribe