En annen stoffet for å bekjempe impotens, for som det er etterspørsel, er Levitra Kjøp Levitra With Dapoxetine Uten Resept Stoffet er med høy effektivitet, noe som er bekreftet i flere kliniske studier kjøpe Generisk Viagra Den aktive ingrediensen i Levitra vardenafil fungerer.

Mikros 2Mikros 1UterusKista didalam ovarium/indung telor dan tuba fallopii/saluran telor, itu biasa. Namun bila kista ditemukan didalam rahim/uterus, ini baru luar biasa…   Selama belasan tahun berprofesi sebagai spesialis patologi anatomik(PA), baru kemarin 3 Juli 2008 saya menemukan kasus yang dibukupun masih jarang ditulis.

Penderita usia 39 tahun, perempuan,  mengeluh perut membuncit tanpa adanya kehamilan. Kadang-kadang dirasakan  perut bagian bawah terasa sakit dengan menstruasi yang tidak teratur. Ibu ini telah mempunyai dua orang anak.

Pada pemeriksaan USG  ditemukan adanya kista didalam rahim penderita. Selama ini kista seperti itu belum pernah disebutkan didalam buku teks. Maka oleh dokter kebidanan dan kandungan, penderita di operasi laparotomi untuk mengangkat rahim bermasalah yang mengandung kista tersebut.

Gambar yang menyertai artikel ini adalah satu gambar makroskopik rahim yang sudah terbelah, dimana hanya dinding luar/serosanya saja yang tampak padat. Sedangkan sisa jaringan membentuk kista lunak yang didalamnya terdapat massa seperti gelatin/jelly, warna putih-keabuan. Seperti buah semangka yang membusuk.

Dua gambar sisanya adalah gambar mikroskopik, yang dapat dilihat dibawah mikroskop. Disini tampak rongga-rongga kistik yang dipenuhi sel-sel eritrosit didalam rongganya. Kista berkelompok-kelompok  hampir diseluruh bagian rahim, sehingga sulit ditemukan jaringan endometrium maupun myometrium.

Dari buku diketahui kelainan semacam ini biasa ditemukan di organ hati dan limpa yang disebut peliosis hepatis dan spleen peliosis. Katanya kelainan ini akibat minum obat anabolic-androgenic steroid, sakit TBC berat dan penderita kanker serta leukemia.

Istilah peliosis hepatis untuk pertamakali saya dengar dan lihat kasusnya pada saat saya melakukan fellowship di The Mount Sinai Hospital, New York pada 2001 yang silam.

Peliosis dimanapun : hati, limpa maupun uterus/rahim apabila dibiarkan saja dan tidak segera dilakukan operasi pengangkatan organ yang bermasalah tersebut, maka  akibatnya akan fatal, berupa kematian penderita akibat pecahnya kista yang penuh dengan darah itu. Beruntunglah pasien ini segera dapat ditangani dengan semestinya…

Popularity: unranked

Posted Friday, July 4th, 2008 at 4:36 pm
Filed Under Category: Bahasa, Popular Health
You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “Peliosis Uteri, kasus pertama yang saya diagnosis”

  1. 3
    Kus Says:

    Denny, wah terimakasih banyak ya keterangannya, sangat komprehensif. Salam kasih.

  2. 2
    Dr. Sukma Says:

    Kus, thanks pertanyaannya.Langsung aja, ya.

    Tentang peliosis hati, so far bukan disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyebab sama dengan peliosis di organ lain, ditambah dengan konsumsi kontrasepsi oral yang terlalu lama. Gejalanya : perut sebah, mata agak kuning disertai gangguan fungsi hati. Terapi sama dg peliosis organ lain yaitu stop KB-oral, partial hepatektomi, alias hati diangkat/dibuang bagian yg bermasalah.Bila terkena keseluruhan organ hati, maka terpaksa dilakukan transplantasi hepar.

    Hilang ingatan maksudnya Alzheimer? Bila benar,penyakit yg diderita alm. Presiden Ronald Reagan itu, disebut penyakit degeneratif.Organ tubuh yang menurun fungsinya akibat terjadi perubahan didalam jaringan otak yg bersifat metabolik, bukan infeksi.

    Kalau rabies, iya. Karena radang/infeksi oleh virus rabies yang mengenai jaringan otak.

  3. 1
    Kus Says:

    Denny, terimakasih ya atas konfirmasinya.Peliosis di hati apakah disebabkan oleh virus/bakteri ? Gejalanya dan pengobatannya gimana ya ? Kalau orang hilang ingatan itu, apakah juga semacam penyakit yang disebabkan oleh virus/bakteri ? Gimana pengobatannya ? Thanks ya.

Leave a Reply

  • About

    Dr. Sukma Merati, DSPADr. Sukma Merati is founder and owner of Riau Pathology Center in Pekanbaru, Riau. Dr. Merati has had various international experience and training, including as a fellow doctor at The Mount Sinai Hospital in New York City, NY, USA (2000-2002). More >

  • Most Popular Posts

  • Calendar

    March 2015
    M T W T F S S
    « Dec    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

    Archives By Month

    Backend

    Subscribe