En annen stoffet for å bekjempe impotens, for som det er etterspørsel, er Levitra Kjøp Priligy Uten Resept Stoffet er med høy effektivitet, noe som er bekreftet i flere kliniske studier Generisk Cialis 10mg Den aktive ingrediensen i Levitra vardenafil fungerer.

Anggrek BiruMelihat lima anak muda yang tergabung dalam band The Changcuters, saya terbayang sosok idola semua orang ditahun 60-an. Yaitu James Dean, bintang film, jagoan balap mobil yang mirip dengan vokalis The Changcuters, rambut berjambul, alis tebal dan dahinya. 

Lalu sisanya empat pemain band diluar vokalis The Cangcuters sangat mirip gaya dan tatanan rambut dari personil band kesayangan dan legendaris ‘the Beatles’ : John Lennon, Paul Mac Cartney, George Harrison dan Ringo Starr..

Beda antara vokalis The Changcuters dengan James Dean sangat tipis, hanya lebih ceking dibanding James Dean yang bertubuh atletis. Tatapan mata, gerak-geriknya dalam video ‘I love you Bibeh’ dengan latar setting di satu bengkel motor, sangatlah persis dengan James Dean (alm). Saat membonceng Carissa Putri diatas motor, ini analoginya saat James Dean membawa Liz Taylor didalam mobil balapnya dalam film Hollywood kalau saya tidak salah berjudul ‘Giant’.

Coba kita simak empat personil lainnya dari The Changcuters. Mereka memainkan gitar melodi maupun bass, memukul drum dan menekan keyboard. Style rambut sangat persis The Beatles, sampai-sampai tatkala band ini menjadi peserta acara TV ‘Deal or no Deal’ Indonesia, Tantowi Yahya sengaja memegang dan merasakan kelembutan rambut model The Beatles mereka. Mungkin Tantowi mengira rambut itu tidak asli, alias hanya rambut palsu atau wig saja…

Dari sudut fashion, saya menilai kelima personil The Changcuters sangat stylish/modist. Lihat dasi mereka yang berpola ‘polka dot’, mengenakan vest didalam jas mereka. Potongan celana pas badan, alias mengikuti bentuk kaki yang mengecil dibagian bawah. Ditunjang lagi dengan pemilihan bahan dan warna untuk kemeja, vest, jas dan celana panjang yang sangat pas. Kelimanya tampak slim dan ’dandy’ sesuai selera ‘high class’ dengan sepatu kulit yang mengkilat rapih. Maka nggak salah kalau mereka sekarang disebut sebagai ‘trend setters’ anak muda.

Sementara personil band  lain yang kita kenal, jarang memakai baju sama/kostum. Mereka cenderung berpakaian sendiri-sendiri yang casuals,  jacket dan celana jeans. Atau T-shirt/kaos dan celana jeans. Sepatu yang biasa dipakai model sepatu sport atau sneakers. Potongan rambutpun sesuai selera masing-masing agak panjang atau pendek dengan sisiran rambut ala ‘punk’ yang lagi ngetrend..

Jadi dimata saya, band The Changcuters adalah sebuah band yang fenomenal, ‘classy’ dan ‘anak muda banget’ dengan keceriaan, kesegaran dan energi berlebih yang mereka miliki. Rasanya betul-betul mereka ‘tidak ada beban sama sekali’ saat bernyanyi ‘I love you Bibeh’ dan lagu-lagu  lainnya.

Mengenai nada lagu ‘I love you Bibeh’ saya sedikit teringat pada lagu barat ‘stupid cupid’ Ada satu atau dua bar yang mirip diantara kedua lagu tersebut, dan ini wajar..  Karena setiap orang pada saat berproduksi, pasti akan terinspirasi, terbias atau terpengaruhi oleh pengalaman mental yang bersangkutan.. Maka hal ini wajar-wajar saja..

Saya titip kepada band The Changcuters dan musisi muda Indonesia : tetaplah berkiprah didunia musik Indonesia, gali lebih dalam lagi potensi diri anda masing-masing. Saya percaya bahwa anda dan musisi Indonesia lainnya dengan lagu yang begitu populer dan disenangi masyarakat Indonesia dan dunia, akan dapat menjadi sumber devisa andalan, selain TKI. Yaitu dengan memperluas pemasaran lagu-lagu Indonesia ke manca negara. Kalau perlu,  lagu dibuat dalam versi bahasa Inggris, sehingga para fans di lima benua akan menikmati lagu Indonesia dengan pemahaman arti lirik yang lebih dalam, ketimbang dalam bahasa Indonesia yang mereka tidak mengerti.

Satu-satunya penghalang kearah tujuan mulia itu yaitu ‘pembajakan lagu’. Jadi pemerintah diharapkan bersikap tegas terhadap para pembajak lagu tersebut. Seret mereka yang terlibat ke meja hijau dan jatuhkan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang melindungi hak cipta para musisi kita. Musisi Indonesia dengan lagu2nya adalah asset negara yang sangat berharga dan wajib dilindungi. Segeralah berani bertindak tegas,  pak SBY dan para pembantunya…

Popularity: unranked

Posted Thursday, July 3rd, 2008 at 11:53 am
Filed Under Category: Bahasa, Life
You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Klipvideo ‘I love you Bibeh’, dari the Changcuters. Lagu dan musik Indonesia potential jadi sumber devisa”

  1. 7
    Kus Says:

    Mm. Makasih Denny…

  2. 6
    Dr. Sukma Says:

    Halo Kus,
    Keju kan kaya akan kalsium. So,pasti boleh dong. Suka keju sama dong dengan saya..

  3. 5
    Kus Says:

    Denny, kalau tambah keju boleh juga ya, soalnya sukanya keju sih, CDR suka juga, Makasih dan salam kasih.

  4. 4
    Dr. Sukma Says:

    Kus, makasih juga atas atensinya. Oya perlu dijelasin juga disini, susu kedelai biasanya kandungan kalsiumnya rendah. Jadi bila minum soy milk, perlu asupan kalsium extra, bisa dari CDR atau lainnya..

  5. 3
    Kus Says:

    Denny, terimakasih ya atas konfirmasi mengenai susu kedelainya.Take care.

  6. 2
    Dr. Sukma Says:

    Kus, thanks for visiting again..

    Mengenai susu kedelai dibandingkan dengan susu sapi bubuk atau cair sebenarnya hampir sama dalam kandungan protein.

    Bagi vegetarian tentu terbaik susu kedelai, karena proteinnya nabati bukan dari hewan. Bagusnya lagi kandungan lemak susu kedelai sangat rendah/hampir nol.Dan kedelai mengandung isoflavonoid sebagai antioksidan dahsyat.

    So, keep on drinking soy milk, vegy..

  7. 1
    Kus Says:

    Denny, pengamatannya sangat rinci dan tepat, tentu “angkatan 60-an” sangat setuju dengan penilaiannya.Btw Denny, mengenai artikel susu, apakah susu serbuk/encer dari sapi sama nilai gizinya dengan susu kedelai? Ini berkenaan dengan trend sekarang banyak orang vegy.Kalau tidak atau kurang, apakah ada cara untuk mengatasinya? Makasih.

Leave a Reply

  • About

    Dr. Sukma Merati, DSPADr. Sukma Merati is founder and owner of Riau Pathology Center in Pekanbaru, Riau. Dr. Merati has had various international experience and training, including as a fellow doctor at The Mount Sinai Hospital in New York City, NY, USA (2000-2002). More >

  • Most Popular Posts

  • Calendar

    March 2015
    M T W T F S S
    « Dec    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

    Archives By Month

    Backend

    Subscribe