Transplantasi organ ibarat mengganti onderdil mobil

Posted on March 27, 2008 
Filed Under Popular Health

ABSTRAKOnderdil mobil Anda rusak dan bermasalah? Gampang tinggal datang ke bengkel mobil yang menjual spareparts. Tapi kalau organ tubuh Anda yang harus diganti, apakah akan Anda ganti seperti onderdil mobil?  Pernahkah Anda mendengar tentang cangkok organ?

Dalam dua dekade terakhir, kita mulai mengenal istilah transplantasi yang sering disebut cangkok organ. Bukan hanya tumbuhan yang dapat dicangkok, manusiapun pada akhirnya disodori pilihan pencangkokan organ tubuh.

Bila organ yang sangat diperlukan tubuh mengalami sakit berkepanjangan dengan kerusakan luas, maka tidak ada pilihan lain selain melakukan ganti organ tubuh yang rusak parah tersebut (end stage) dengan organ sejenis yang sehat.

Cangkok hati dan cangkok ginjal paling populer dan dikenal luas, diantara cangkok organ lain seperti : sumsum tulang, jantung, paru, usus, dll.

Kalau dianalogikan, masyarakat dunia sekarang mengganti organ tubuhnya layaknya seperti membeli accu baru atau ganti knalpot, ganti platina atau ganti busi, dst yang biasa dilakukan untuk sebuah mobil.

Ada sebuah cerita menarik saat saya menjalani fellowship di The Mount Sinai Hospital, New York yang merupakan pusat cangkok hati terbesar setelah Pittsburgh di USA.

Seorang sekretaris sampai 4 kali mengganti liver/hati nya. Karena setiap habis transplantasi selalu saja ada masalah : ada reaksi penolakan tubuh (acute rejection), ada sumbatan pada pembuluh darah utama hati, ada peradangan, dan ada late rejection.

Keempat permasalahan tersebut tidak dapat diatasi secara medis konvensional, mengakibatkan pasien tadi harus menjalani empat kali cangkok hati dalam rentang waktu hanya 3 tahun.

Bayangkan kalau kasus diatas terjadi di Indonesia…

Popularity: 8%

Comments

2 Responses to “Transplantasi organ ibarat mengganti onderdil mobil”

  1. 2
    Dr. Sukma Says:

    Putra, Mungkin yang dimaksud dengan pembuatan katup jantung dari ari2 bila diterjemahkan ke dalam bahasa medis menjadi : pembuatan katup jantung dari ’stem cells’ (sel induk).

    Memang betul, stem cells adalah sel induk yang banyak ditemukan di dalam placenta atau ari2 bayi ketika lahir. Stem cells dapat membelah dan bermodifikasi menjadi sel apa saja dari organ tubuh. Sifat ini disebut “pluripotential” dari stem cells.

    Banyak penelitian saat ini sedang giat dilakukan untuk dapat memanfaatkan stem cells membuat organ tubuh seperti yang kita perlukan untuk kepentingan cangkok organ. Hal ini tentu akan meminimalisir praktek penjualan organ tubuh dan tindak kriminal dibidang itu, seperti yang marak terjadi akhir2 ini..

  2. 1
    Putra Says:

    Ganti Organ Tubuh kayak ganti onderdil mobil…?
    hehe… lucu juga dok sekaligus ngeri..
    saya dengar di indonesia, penjualan organ tubuh tidak diperbolehkan lagi…
    enggak tau, apakah cuman mitos atau beneran…
    dilain pihak, ada keuntungan karena kriminalitas dari penjualan organ dapat di minimalisir…
    disisi lain, gimana kalau kita atau keluarga kita yang membutuhkan donor organ dari orang lain…
    kemaren saya liat di tv, dokter dr barat ada membuat percobaan untuk membuat katup jantung dari ari2 bayi (kalo gak salah)…
    jadi kalo bisa di buat/manipulasi, kriminalitas ttg penjualan organ mudah2an dapat hilang…
    bukannya apa-apa dok, masalahnya saya pernah ngeliat video penjualan organ tubuh manusia, ngeri sekali ngeliatnya. tu orang motong badan orang lain kayak motong kambing…
    naudzubillah…
    saya sempet lemes ngeliatnya….
    sekian dulu dok,…
    hehehe…
    jadi ngalur ngidul gini…

Leave a Reply